Wajah Islam

Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107)

Saat sebelum Rasulullah SAW berangkat hijrah ke Madinah, kaum Quraisy sudah memiliki permufakatan jahat, semua rencana permufakatan jahat ini sudah sepakati oleh kabilah-kabilah besar Mekah saat itu.

Pada intinya rapat memutuskan akan membunuh Rasulullah SAW, mereka telah mengumpulkan pemuda-pemuda terampil, berotot, dan memiliki kemampuan untuk berperang dengan Abu Jahal sebagai komando lapangan. Pokoknya Rasulullah SAW harus dibunuh, bagaimanapun cara dan biayanya, tinggal reken semua ditanggung secara patungan oleh kabilah-kabilah.

Rasululullah SAW atas perlindungan Allah SWT bisa lolos berangkat dari rumahnya, karena gerombolan penunggu ketiduran di sekeliling rumah beliau. Nabi SAW dan Abu Bakar Shidiq RA berhasil melanjutkan perjalanan menuju Yastrib (Madinah, sekarang).

Abu Jahal sebagai komandan lapangan kecewa sekali, karena gagal menjalankan misinya mengumumkan sayembara dan berpencar di sepanjang jalan menuju Yastrib :

“Siapa yang berhasil membawa Muhammad hidup atau mati ke hadapan para pembesar Quraisy, akan diberi hadiah seratus ekor unta betina yang bagus,” demikian bunyi pengumuman itu.

Republika-ROL https://republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/06/04/m53677-kisah-sahabat-nabi-suraqah-bin-malik-menanti-janji-rasulullah-1

Saat itu di Mekah tersebutlah seorang Suraqah bin Malik, ahli pencari jejak dan memiliki kuda yang kuat dan cepat. Dia tergiur dengan hadiah yang sangat fantastik ini. Kudanya dipacu dengan cepat, dan berlari seperti kesetanan. Suraqah hampir yakin bakal mendapatkan hadiah, dengan keahliannya dia mulai bisa mendeteksi keberadaan Rasulullah SAW dan Abu Bakar AS.

Disaat buruan sudah didepan mata, hanya tinggal bebetapa tarikan kekang kuda ia terjatuh, tanpa merasakan sakit ia bangkit dan memacu kudanyanya lagi. Namun apa daya, pada kali ketiga, iya terjatuh lagi padahal buruan sudah didepan mata.

Rasullulullah SAW melihat kejadiaan yang dialami Syuraqah datang menghampiri dan membantu. Padahal Syuraqah sedang ingin menangkap Baginda Nabi SAW dan memperoleh hadiah 100 ekor unta.

Mulianya akhlak Nabi Muhammad SAW ini diabadikan dalam Surah Al-Qalam ayat 4 :

Dan sesungguhnya kamu (Rasulullah SAW) benar-benar berbudi pekerti yang agung.

Sumber TafsirWeb : https://tafsirweb.com/11092-quran-surat-al-qalam-ayat-4.html

Anas bin Malik RA, yang melayani Rasululullah SAW selama 10 tahun, memberikan kesaksian, yang tercantum dalam HR. Bukhari dan Muslim :

Anas juga berkata, “Selama sepuluh tahun aku berkhidmat kepada beliau (Rasulullah), aku tidak pernah mendengar beliau mengucapkan kata “Ah”, sebagaimana beliau tidak pernah mempertanyakan apa yang kau kerjakan, ‘Kenapa kamu mengerjakan ini? atau ‘Bukankah seharusnya kamu mengerjakan seperti ini?”

Republika-ROL https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/02/01/lype7n-ensiklopedi-akhlak-nabi-saw-akhlak-nabi-adalah-alquran

Dalam keadaan perangpun Sahabat Nabi SAW membuat aturan yang tegas :

Dari Anas, sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda, “Pergilah kalian dengan nama Allah, dengan Allah dan atas agama Rasulullah, jangan kalian membunuh orang tua yang sudah tidak berdaya, anak kecil dan orang perempuan, dan janganlah kalian berkhianat, kumpulkan ghanimah-ghanimahmu, dan berbuatlah maslahat, serta berbuatlah yang baik, karena sesungguhnya Allah senang kepada orang-orang yang berbuat baik”. (HR. Abu Dawud)

 

Sumber : Ar-Rasikh UII Jogyakarta https://alrasikh.uii.ac.id/2018/03/23/aturan-perang-dalam-islam-dan-hukum-humaniter-internasional/

Wajah Islam yang ditampilkan oleh Nabi SAW inilah yang menjadikan panutan bagi sahabat-sahabat beliau yaitu Rahmatan Lil Alamiin. Marilah kita tauladani akhlak Nabi Muhammad SAW, sebagai wajah yang kita tampilkan di tengah-tengah masyarakat. Wallahu A’lam.

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply