Terpapar Islam Radikal

Tema tentang Islam radikal ini menarik untuk dibahas, bukan hanya karena sedang jadi program pemerintah untuk menangkalnya, namun juga menjadi hal yang diperdebatkan oleh umat Islam sendiri. Sebagian kalangan ada yang tidak menerima kalau hanya sekedar menjalankan perintah agama dengan taat lalu dianggap terpapar radikal. Mereka menuduh bahwa pemerintah itu anti Islam, ketakutan dengan Islam dan bahkan juga seperti menjadi musuh bagi umat Islam.

Sedangkan kelompok yang lainnya menyoroti bahwa radikalisme dekat sekali dengan terorisme, bahwa mereka yang terpapar Islam radikal dikategorikan sebagai lawan politik pemerintah, atau bahkan juga seperti dianggap sebagai musuh negara. Maka tema tentang radikalisme adalah tema yang amat panas, sehingga membuat Penulis harus ekstra hati-hati dalam membahasanya. Oleh karena itulah pada bab pertama Penulis fokuskan dulu pembahasan seputar perbedaan pandangan dalam memandang pengertian Islam radikal. Pernyataan dari Bapak Lukman Hakim, Menteri Agama Republik Indonesia dan juga pengertian redikalisme dalam pandangan pihak Badan Pertahanan dan Penanggulangan Terorisme (BNPT). Ternyata keduanya punya pandangan yang tidak sama. Sehingga pembahasan ini semakin berpotensi melahirkan perbedaan sikap.

Di sisi yang lain, juga ada pendekatan bahwa radikalisme sebagai lawan dari kemoderatan. Sehingga penyebutannya ada paham Islam radikal dan lawannya adalah Islam moderat. Nampaknya Penulis cenderung kepada sudut pandang ini, yaitu Islam radikal sebagai lawan dari Islam moderat. Kemudian pada bab kedua Penulis mencoba memberi beberapa contoh perilaku yang termasuk bentuk implementasi dari radikalisme, sekaligus menguliti serta memberi batasan, mana yang termasuk radikalisme dan mana yang bukan.

Memang irisan antara radikalisme dengan bukan radikalisme sangat tipis walaupun sebenarnya amat nyata. Mirip dengan garis di lapangan hijau yang kadang pemain bola lengah. Di lapangan bola seringkali para pemain yang lagi berkonsentrasi pada permainan tanpa sadar melewati garis off-side. Sehingga terkena semprit wasit atas informasi hakim garis. Hal itu menyebabkan gol yang dihasilkannya menjadi tidak sah dan dianulir.

Hal semacam itu bukan karena garisnya tidak ada. Garisnya ada dan cukup jelas terlihat oleh para penonton. Akan tetapi seringkali justru para pemainnya yang tidak menyadari bahwa dirinya telah melakukan pelanggaran. Dan begitulah sprotifitas dalam sepak-bola. Pemain yang kena semprit wasit tidak punya pilihan kecuali hanya pasrah saja.

Lain halnya dengan di tengah lapangan dakwah Islam. Sudah garis off-sidenya tidak ada, hakimnya pun tidak ada juga. Maka tidak pernah ada off-side, bahkan tidak ada rule of the game sama sekali. Untuk itulah Penulis berupaya menuliskan beberapa catatan penting terkait dengan radikalisme dalam beragam Islam. Tentu masih jauh dari sempurna, banyak hal yang belum tertuang di dalamnya dan belum melewati diskusi serta pembahasan yang seharusnya. Harapan penulis, buku kecil ini justru bisa dijadikan bahan diskusi ilmiyah yang akan memperkaya khazanah keislaman kita. Amien

Ahmad Sarwat, Lc.,MA

Baca selengkapnya, download klik di sini. | Terpapar Islam Radikal

Judul: Terpapar Islam Radikal
Penulis: Ahmad Sarwat, Lc., MA
Terbit: 5 Desember 2019
Penerbit: Rumah Fiqih Publishing
Halaman: 64
Legalitas: Waqaf/Gratis

Pendahuluan

Bab 1 : Paham Islam Radikal
A. Radikalisme Menurut Menteri Agama RI
B. Radial Menurut BNPT
C. Radikalisme Lawan Dari Moderat

Bab II : Mengenali Ciri & Gejala
1. Rajin Beramal
a. Shalat Berjamaah
b. Tilawah Al-Quran
c. Qiyamullail
d. Aktif Dalam Kajian dan Dakwah
e. Berpenampilan Khas
f. Berupaya Berbahasa Arab
g. Menghidupkan Sunnah

2. Dangkalnya Ilmu
a. Hanya Nampak Indah di Permukaan
b. Dokter vs Tukang Obat
c. Berlindung di Balik Topeng
d. Tidak Punya Rujukan

3. Tidak Mengenal Perbedaan Pendapat
a. Tidak Mencaci
b. Mengutip Dengan Lengkap
c. Tidak Mendominasi Kebenaran

4. Berlebihan Dalam Beragama
a. Al-Ghuluw
b. At-Tanaththu’
c. Tasydid
d. Hadits Orang Yang Benci Sunnahku
e. Muadz Terlalu Lama Mengimami Shalat Isya’
f. Bentuk Nyata Al-Ghuluw

5. Eksklusif & Fanatis
a. Fanatisme Kelompok
b. Kultus Individu

6. Gemar Keributan
a. Mudah Menyalahkan Sesama Muslim
b. Gemar Mengkafirkan Sesama Muslim

7. Semua Orang Kafir Adalah Musuh
a. Kafir Semuanya Kafir Harbi
b. Buang Ayat Yang Tidak Disukai
c. Pakai Ayat Yang Sesuai Selera
d. Mengkafirkan Orang Tua Nabi SAW

8. Emosional dan Reaktif
a. Kewajiban Tabayyun
b. Tuduhan Keji Kepada Aisyah
c. Perbedaan Qiraat di Masa Kenabian
d. Perbedan Qiraat di Masa Utsman

9. Menyebar Teror Delusif
a. Islam Yang Terkepung
b. Islam Yang Terasing

10. Negara Islam dan Khilafah
a. Penggunaan Ayat Quran Bukan Pada Tempatnya
b. Tidak Sepakat Bentuknya
c. Tidak Sepakat Siapa Yang Berhak
d. Bukan Masalah Aqidah

Penutup

Post Author: ibnumuslim

Leave a Reply