Serial Kisah Rasulullah SAW: Di Antara Kerajaan Romawi dan Persia

Larangan Minum Khamr

Setelah itu muadzin Rasulullah ﷺ berseru, “Setelah adzan, orang mabuk jangan ikut sholat!”

Maka banyaklah kaum muslim yang mulai mengurangi minum khamr sedapat mungkin. Namun Umar kembali berkata lagi, “Ya Allah jelaskanlah kepada kami hukum khamr itu. Jelaskanlah dengan tegas Ya Allah. Hal ini menyesatkan pikiran dan harta.”

Umar berkata begitu karena pernah ada sekelompok muslimin Anshor dan Muhajirin yang berkelahi sambil mabuk. Khamr betul-betul membuat mereka saling menarik janggut dan memukul kepala orang lain.Akhirnya turun ayat yang melarang khamr dengan tegas,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Surah Al-Ma’idah (5:90)

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu dengan jalan (meminum) khamar dan berjudi, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan dari sholat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). Surah Al-Ma’idah (5:91)

Begitu ayat ini turun para sahabat langsung menghentikan kebiasaan minum khamr. “Semua umatku selamat kecuali orang-orang yang berbuat maksiat secara terang-terangan” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Termasuk orang-orang yang berbuat maksiat secara terang-terangan adalah orang yang dengan bangga menceritakan perbuatan hinanya agar mendapat pujian serta kekaguman dari teman-temannya.

Kerajaan Romawi dan Persia

Saat Rasulullah ﷺ hidup, ada dua kerajaan besar yang saling bermusuhan, yaitu Romawi dan Persia. Perang di antara keduanya menghasilkan kemenangan yang silih berganti. Pada suatu saat Romawi yang menang, pada saat yang lain Persialah yang menaklukkan lawannya.

Pada mulanya Persia yang menang, mereka menguasai Palestina dan Mesir, menaklukkan Baitul Maqdis atau Yerusalem dan berhasil merebut salib besar (the truth cross) yang disucikan orang Romawi yang beragama Kristen. Setelah itu berganti Romawi yang menang. Mereka berhasil merebut kembali Mesir, Syam, dan Palestina.

Heraklius, kaisar Romawi saat itu memenuhi nazarnya dengan berziarah ke Yerusalem sambil berjalan kaki untuk mengembalikan salib besar ke tempatnya semula. Nama dua kerajaan besar itu benar-benar menggetarkan hati para penguasa-penguasa kecil di daerah sekitarnya. Tidak ada sebuah kerajaan kecil pun yang mempunyai pikiran untuk menentang kehendak kedua kekaisaran itu. Yang mereka inginkan adalah berdamai dengan keduanya.

Termasuk hal itulah yang selama ini telah dilakukan oleh negeri-negeri Arab. Yaman dan Irak berada di bawah pengaruh Persia. Sementara itu Mesir sampai ke Syam di bawah kekuasaan Romawi.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد

Bersambung…

Post Author: ibnumuslim

Leave a Reply