Saad bin Abi Waqqash: Pemanah Tepat dan Do’anya Terkabul

Sa’ad masuk Islam selagi berusia 17 tahun, dan keislamannya termasuk yang terdahulu di antara para shahabat. Hal ini pernah diceritakannya sendiri, katanya: “Pada suatu saat saya beroleh kesempatan termasuk tiga orang pertama yang masuk Islam.” Maksudnya bahwa ia adalah salah seorang di antara tiga orang yang paling dahulu masuk Islam.

Maka pada hari-hari pertama Rasulullah menjelaskan tentang Allah Yang Esa dan tentang Agama baru yang dibawanya, dan sebelum beliau mengambil rumah al-Arqam untuk tempat pertemuan dengan shahabat-shahabatnya yang telah mulai beriman, Sa’ad bin Abi Waqqash telah mengulurkan tangan kanannya untuk bai’at kepada Rasulullah saw.

Pemanah Tepat dan Do’anya Terkabul

Sa’ad termasuk seorang kesatria berkuda Arab dan Muslimin yang paling berani. la mempunyai dua macam senjata yang amat ampuh: panahnya dan do’anya. Jika ia memanah musuh dalam peperangan, pastilah akan mengenai sasarannya…, dan jika ia menyampaikan suatu permohonan kepada Allah pastilah dikabulkanNya…!

Menurut Sa’ad sendiri dan juga pars shahabatnya, hal itu adalah disebabkan do’a Rasulullah juga bagi pribadi­nya. Pada suatu hari ketika Rasulullah menyaksikan dari Sa’ad sesuatu yang menyenangkan dan berkenan di hati beliau, diaju­kannyalah do’a yang maqbul ini: “Ya Allah, tepatkanlah bidikan panahnya dan kabulkan­lah do’anya…!”

Penduduk Sorga & Singa Allah

Pada suatu hari ketika Rasulullah sedang duduk-duduk bersama para shahabat, tiba-tiba beliau menatap dan menajamkan pandangannya ke arah ufuk bagai seseorang yang sedang menunggu bisikan atau kata-kata rahasia. Kemudian beliau menoleh kepada para shahabat, sabdanya:“Sekarang akan muncul di hadapan tuan-tuan seorang laki-laki penduduk surga.”

Para shahabat pun nengok kiri kanan dan ke setiap arah untuk melihat siapakah kiranya orang berbahagia yang beruntung beroleh taufiq dan karunia itu. Dan tidak lama antaranya mun­cullah di hadapan mereka Sa’ad bin Abi Waqqash…

Selang beberapa lama, Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash datang kepadanya meminta jasa baiknya dan mendesak agar menunjuk­kan kepadanya jenis ibadat dan amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, yang menyebabkannya berhak menerima gan­jaran tersebut yang telah diberitakan sehingga menjadi daya tarik untuk mengerjakannya:

Maka ujar Sa’ad: “Tak lebih dari amal ibadat yang biasa kita kerjakan, hanya saja saya tak pernah menaruh dendam atau niat jahat terhadap seorang pun di antara Kaum Muslimin!” Nah, itulah dia “singa yang selalu menyembunyikan kukunya” yang diungkapkan oleh Abdurrahman bin ‘Auf.

Dan inilah tokoh yang dipilih Umar untuk memimpin pertempuran Qadisiyah yang dahsyat itu! Kenapa memilihnya untuk melaksanakan tugas yang paling rumit yang sedang dihadapi Islam dan Kaum Muslimin, karena keistimewaannya terpampang jelas di hadapan Amirul Mu’minin:

  • Ia adalah orang yang maqbul do’anya…; jika ia memohon diberi kemenangan oleh Allah, pastilah akan dikabulkan-Nya!
  • la seorang yang hati-hati dalam makan, terpelihara lisan dan suci hatinya.
  • Salah seorang anggota pasukan berkuda di perang Badar, di perang Uhud, pendeknya di setiap perjuangan bersenjata yang diikutinya bersama Rasulullah saw…
  • Dan satu lagi yang tak dapat dilupakan oleh Umar, suatu keistimewaan yang tak dapat diabaikan harga, nilai dan kepentingannya, serta harus dimiliki oleh orang yang hendak melakukan tugas penting, yaitu kekuatan dan ketebalan iman.

Paman Rasulullah SAW

Nah, siapakah dia singa yang menyembunyikan kukunya itu, dan siapakah dia yang bila datang kepada Rasulullah ketika berada di antara shahabat-shahabatnya, akan disambutnya dengan ucapan selamat datang sambil bergurau, sabdanya:

“Ini dia pamanku…! Siapa orang yang punya paman seperti paman­ku ini…?”

Itulah dia Sa’ad bin Abi Waqqash! Kakeknya ialah Uhaib, putera dari Manaf yang menjadi paman dari Aminah ibunda dari Rasulullah saw.

Masih banyak keistimewaan Saad bin Abi Waqqas, download dan baca kik di sini.

 

 

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply