PKI Madiun 1948: Mendirikan Negara Republik Soviet Indonesia

Benarkah PKI akan Bangkit? Part 2


Pemeriksaan tersangka pemberontak PKI Madiun 1948
Sumber Foto : Wikipedia

PKI Madiun 1948

Pemberontakan PKI Madiun 1948 dipimpin oleh Musso. FDR (Front Demokrasi Rakyat) menjadi tulang punggung pemberontakan. FDR merupakan aliansi beberapa kekuatan politik.

Pesindo (Pemuda sosialis Indonesia) merupakan organisasi sayap yang beraliansi dengan FDR. Penopang utama kekuatan politik kaum kiri yang paling kuat.

Kekuatan politik kaum kiri saat itu bermarkas besar di Madiun. Kota yang berada di tempat strategis dan terletak di persimpangan jalan menuju beberapa kota di Jawa Tengah.

FDR (Front Demokrasi Rakyat) sejak awal revolusi hampir selalu merupakan kekuatan yang paling kuat.

Partai-partai ini bersandar pada serikat-serikat buruh yang kuat, dan juga mempunyai pengikut sangat banyak dari kalangan penduduk desa, yang sangat peka terhadap janji-janji tentang reformasi agraria.

Pesindo (Pemuda Sosialis Indonesia) kuat di wilayah ini, dan juga mempunyai kesatuan-kesatuan bersenjata yang sangat besar. Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia (BPKRI) yang dinominasi oleh Pesindo bermarkas besar di Madiun. (Harry Poeze, Madiun 1948: PKI Bergerak hal. 151)

18 September 1948, Pagi sekali di Madiun.

Pasukan FDR di Madiun bergerak dengan kekuatan 1.500 (seribu lima ratus orang. Mereka mengejutkan kesatuan-kesatuan CPM dan Siliwangi.  Sehingga perlawanan hanya berlangsung selama beberapa jam. Pesindo juga menguasai beberapa tempat di sekitar kota Madiun. Tidak lama sesudah fajar menyinsing, Madiun jatuh ke tangan FDR. (Harry Poeze, Madiun 1948: PKI Bergerak hal. 159)

Koresponden “Murba” menulis dalam reportasenya :

Penyerang membawa emblem dengan palu dan arit serta huruf-huruf WFDY-IUS. Serangan mereka berhasil, kemudian disusul dengan penjarahan, kepanikan di kalangan penduduk, penangkapan sewenang-wenang, tembak-menembak. dan “penjerbuan setjara fasis”.

Bendera merah putih disobek dan diganti palu arit; dan potret Soekarno diganti dengan potret Moeso (Harry Poeze, Madiun 1948: PKI Bergerak hal. 160)

Madiun jatuh 350 orang ditawan oleh FDR, dan tercatat 5 orang tewas . FDR lewat Soemarsono komandan Brigade 29-Pro PKI berbicara lewat siaran radio :

Madiun sudah bangkit. Revolusi sudah dikobarkan. Kaum buruh sudah melucuti polisi dan tentara Republik. Pemerintah Buruh dan Tani yang baru sudah dibentuk. Mulai saat ini senjata kita tidak boleh berhenti memuntahkan peluru sampai kemerdekaan, keamanan dan ketentaman pulih di negeri Indonesia tercinta ini. (Harry Poeze, Madiun 1948: PKI Bergerak hal. 162)

Setelah Madiun jatuh ke tangan PKI, Musso mengumumkan berdirinya Negara Republik Soviet Indonesia. Musso mengangkat dirinya menjadi Presiden dan Amir Sjarifuddin sebagai wakil presiden.

Sejarawan Agus Sunyoto dalam buku Banser Berjihad Melawan PKI (1995) menuturkan :

Agus yang juga penulis buku ‘Banser Berjihad Menumpas PKI’ ini mengungkapkan ada ribuan nyawa umat Islam termasuk para ulama NU menjadi korban. Simbol-simbol Islam ikut dihancurkan.

Sindonews : https://daerah.sindonews.com/berita/1241785/29/peristiwa-madiun-1948-sejarah-kebiadaban-pki-terhadap-ulama

Pada bagian lain Agus menuliskan :

Keberhasilan FDR/PKI menguasai Madiun didisusul dengan aksi penjarahan, penangkapan sewenang-wenang terhadap musuh PKI. Mereka tidak segan-segan menembak, hingga berbagai macam tindakan fasisme berlangsung sehingga membuat masyarakat Kota Madiun ketakutan.

Sindonews : https://daerah.sindonews.com/berita/1241785/29/peristiwa-madiun-1948-sejarah-kebiadaban-pki-terhadap-ulama

Negara Republik Soviet Indonesia berdiri lebih kurang dari 2 minggu. Kebiadaban PKI Madiun diabadikan dengan Monumen Kresek , Tri Sugianto penggelola Monumen Kresek menuturkan ke Detikcom, 3 Oktober 2018 :

“Sesuai data resmi dari Kodim Madiun yang kita buat referensi pembuatan brosur bahwa PKI menguasai Madiun sejak 18 hingga 30 September 1948. Singkat namun ada ribuan korban yang berhasil dibinasakan dengan kejam,” (Detikcom, Ini 17 Tokoh Korban Pembantaian PKI di Madiun 1948)

Bung Karno sebagai Presiden saat itu menerapkan GOM I (Gerakan Operasi Militer) untuk menumpas pemberontakan PKI Madiun

Presiden Soekarno menerapkan GOM I (Gerakan Operasi Militer) dimana Panglima Soedirman memberi perintah pada Kolonel Gatot Subroto (Panglima Divisi II Jateng bagian timur), Kolonel Sungkono (Panglima Divisi I Jatim) agar mengerahkan kekuatan TNI serta polisi dalam menumpas PKI Madiun (Elshinta,Pemberontakan PKI di Madiun, 18 September 1948) .

Pemberontak PKI Madiun berhasil ditumpas 30 September 1948. Madiun kembali ke pangkuan NKRI. Pemerintah menerbitkan peraturan untuk penumpasan seluruh unsur yang terkait dengan pemberontakan. Hal ini dilakukan untuk memudahka penumpasan pemberontakan

Akan dilanjutkan ke Part 3, tunggu tanggal terbitnya. Part 1 bisa dibaca disini

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply