Pergi Liburan (Jalan-jalan), Bagaimana dengan Sholatnya?

Pembaca yang budiman. Buku kecil ini seakan melengkapi apa yang pernah Penulis susun sebelumnya terkait dengan ketentuan shalat Jama’ dan Qashar. Memang dari sisi konten tidak terhindari adanya irisan kecil dengan buku sebelumnya, namun di buku ini Penulis mengkhususnya pembahasan sebatas fiqih safarnya saja. Sedangkan teknis shalat jama’ dan qashar tidak Penulis muat, karena sudah selesai dibahas panjang lebar di buku sebelumnya.

Di buku ini pembaca yang budiman akan Penulis ajak untuk membahas lebih detail tentang batasan seseorang bisa mendapatkan status sebagai musafir., yaitu terkait dengan keluarnya dia dari wilayah tempat tinggalnya dengan disertai niat di dalam hati untuk melakukan perjalanan sejauh sekian kilometer jauhnya. Tanpa dua syarat ini, maka status seseorang tidak pernah bisa menjadi musafir yang mendapatkan rukhshah atau keringanan secara syar’i.

Batasan wilayah tempat tinggal atau yang diistilahkan dengan wathan memang mendapat porsi yang lebih luas. Sebab kata wathan tidak lagi bisa diterjemahkan sebagai negara. Karena negara Indonesia sangat luas bentangan wilayahnya. Kalau diterjemahkan menjadi negara Indonesia, maka tidak ada seorang pun yang menjadi musafir kecuali dia ke luar negeri.

Selain itu juga di buku ini pembaca Penulis akan untuk meneliti lebih lanjut dan lebih dalam tentang jarak minimal untuk safar secara syar’i, dengan disertai contoh-contoh pembanding di masa Rasulullah SAW dan juga di masa sekarang ini.

Biar tidak terasa monoton, sengaja Penulis sajikan buku ini dengan teknis tanya jawab. Setidaknya buku ini berisi 16 masalah penting disertai jawabannya, semuanya terkait dengan fiqih safar.

  1. Mengapa Kita Membahas Fiqih Musafir?
  2. Keringanan Syariat Buat Musafir
  3. Batasan Seorang Disebut Musafir Itu Apa?
  4. Apa Yang Dimaksud Dengan Wathan?
  5. Batas Wathan Di Masa Nabi Itu Sejauh Mana?
  6. Seberapa Luas Madinah Di Masa Itu?
  7. Batas Wathan Kalau Di Jakarta Bagaimana?
  8. Apa Konsekuensi Masing-Masing Pendapat?
  9. Punya Dua Domisili
  10. Seberapa Penting Niat Safar?
  11. Jarak Safar Adakah Dasarnya Dari Al-Quran?
  12. Konversi Dalam Kilometer
  13. Beda Rute
  14. Apakah Hanya Sebatas Safar Yang Bernilai Ibadah?
  15. Kapan Berakhirnya Status Musafir?
  16. Adakah Perbedaan Batasan Menetap?

Untuk itu segera saja dibaca isi buku ini dan semoga bisa dengan mudah dipahami bahasanya. Wallahul muqaffiq ila aqwamit-thariq. []

Download ebooknya: Sholat Qasar Jama’ dan Fiqih Safar

 

Post Author: ibnumuslim

Leave a Reply