Penting!!! Masalah Pernikahan yang Perlu Difahami di Akhir Zaman

Pada kesempatan ini kami menyajikan 2 (dua) ebook mengenai perrnikahan, yaitu:

  1. Halal-Haram Menikahi Wanita Berzina & Hamil, karangan Aini Aryani, Lc
  2. Kawin Paksa, karangan Ahmad Zarkasih, Lc

Zina adalah perbuatan haram, yang ancaman hukumannya di dunia berupa cambuk 100 kali bagi yang statusnya ghairu muhshan, dan hukuman mati dengan cara dirajam (dilempari batu) apabila statusnya muhshan. Sedangkan di akhirat nanti, tentu sudah menunggu hukuman yang pedih, karena dosa zina itu adalah dosa besar.

Namun lepas dari keharaman zina, dosa dan hukumannya, apakah perbuatan zina yang terlanjur dilakukan itu lantas mengharamkan pernikahan? Maksudnya, apakah seorang yang pernah berzina maka dia dihukum dengan cara tidak boleh menikah?

Memang yang banyak tersebar di tengah masyarakat anggapan seperti itu. Dan anggapan itu tidak keliru. Hanya saja kalau kita perluas cakrawala ilmu pengetahuan kita, khususnya di bidang ilmu fiqih muqarin alias fiqih perbandingan mazhab, justru kita temukan bahwa jumhur ulama seperti mazhab Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah, Asy-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah malah membolehkan pernikahan yang dilakukan oleh orang yang pernah berzina.

Memang ada pendapat yang mengharamkan pernikahan bagi pelaku zina, seperti pendapat yang konon dikutip dari Aisyah, Ali bin Abi Thalib, Al-Barra` dan Ibnu Mas`ud ridwanullahi alaihim ajma’in. Lalu mereka mendasarinya dengan larangan yang ada di dalam ayat Al-Quran berikut ini:

Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mu`min. (QS. An-Nur: 3)

Judul Buku: Halal-Haram Menikahi Wanita Berzina & Hamil
Penulis: Aini Aryani, Lc
Editor: Fatih
Setting & Lay out: Fayyad & Fawwaz
Desain Cover: Faqih
Penerbit: Rumah Fiqih Publishing
Cetakan Pertama: 30 Maret 2019

Apa itu Kawin Paksa?

Dalam kajian pra-nikah yang diadakan oleh sebuah komunitas muslim di jakarta, saya sampaikan:

“Sejatinya, akad nikah adalah akad yang dilakukan antara laki-laki dan laki-laki; yakni antara wali gadis dengan mempelai lelaki. Mempelai wanita tidak dibutuhkan di dalam akad itu”

Para peserta kajian mulai mengerutkan dahinya, karena mungkin keheranan dengan apa yang saya sampaikan. Sebagian lain bukan hanya mengerutkan dahi, tapi juga sambil menajamkan tatapan matanya ke depan. Entah karena ingin menyimak lebih seksama bagian selanjutnya yang akan saya sampaikan atau memang betul-betul keheranan juga. Saya teruskan:
“Bahkan, kalau dia gadis, ketika lamaran pun, dia menerima atau tidak menerima, keputusannya itu tidak berpengaruh apa-apa; Karena keputusan yang sah itu ada pada walinya.”

Kerutan dahi para peserta semakin banyak dan tatapannya semakin tajam ke arah saya. “Ya, lamaran itu, jika yang dilamar adalah gadis, maka lamaran itu haruslah ditujukan kepada walinya, bukan si gadis. Menjadi percuma semua operasional lamaran, bahkan dilakukan live broadcast di media social atau tv tertentu, akan tetapi jawaban dari lamaran tersebut sama sekali tidak berpengaruh apa-apa. Sudahnya malu, dilihat banyak orang, eh pas datang ke wali, ternyata tidak diterima. Maka jawaban si wali itu lah yang sah secara agama. Walaupun mungkin jawaban si wali pendek, hanya dengan kata ‘maaf saya tidak suka anda, yang itu tidak sepanjang jawaban si gadis yang sebelumnya dilamar dan dia jawab dengan puisi sambil meriwayatkan cerpen romantic, tetap saja si wali lah yang jawabannya itu disahkan.”

Karena itulah kemudian muncul pertanyaan, “Berarti emang boleh ya stadz kawin paksa dalam Islam? …”

Itulah sebabnya saya menulis buku kecil ini; agar sajian di bab pengantar ini tidak terlalu panjang.
Selamat membaca dan menikmati.

Judul Buku: Kawin Paksa
Penulis: Ahmad Zarkasih, Lc
Editor: Fatih
Setting & Lay out: Fayyad & Fawwaz
Desain Cover: Faqih
Penerbit: Rumah Fiqih Publishing
Cetakan Pertama: 23 februari 2019

Download ebooknya KLIK pada Judul

Klik kanan SAVE AS, ya…!

Bonus Tausiyah Habib Abdul Qadir: “Waspada!!” 3 Penyebab Utama Perceraian

 

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply