Nyali Rizal Ramli, Tabujua Lalu Tabalintang Patah!

Menyampaikan sesuatu yang benar bagi Rizal Ramli adalah satu kewajiban, tak perduli apapun resikonya. Kehilangan jabatan, dilaporkan ke polisi bahkan dipenjara sekalipun. Ibarat pepatah orang Minang :

Tabujua lalu tabalintang patah (hambatan seperti apapun akan dihadang walau dengan resiko tinggi)

Pepatah Minangkabau

Rizal Ramli yang berdarah Minang, filosofi “tabujua lalu tabalintang patah” sudah mendarah-daging. Hal ini ia buktikan dalam perjalanan hidupnya sejak jadi Dewan Mahasiswa ITB (Institut Teknologi Bandung) tahun 1976-1977, dia sangat keras menentang Soeharto yang represif kepada kebebasan berpendapat dan memenjarakan para penentangnya.

Akibatnya aksinya itu, Rizal mengatakan bahwa kampusnya ITB diduduki hampir tiga bulan oleh tentara. Dia pun ditangkap kemudian dipenjara militer selama empat bulan serta dibui di Lapas Sukamiskin selama satu tahun. “Saya dipenjara zaman Soeharto di Rutan Sukamiskin,” kata Rizal.

Wawancara Rizal Ramli dengan MerdekaCom

Pengagum Albert Enstein ini mengenyam pendidikan di ITB dan melanjutkan kuliah di Universitas Boston sampai meraih gelar DR Ekonomi. (Suatu saat penulis ingin menanyakan langsung ke beliau kenapa pindah jalur ke ilmu EkonomiPen). Sekembali dari Amerika Serikat dia mendirikan ECONIT Advisory Group bersama Laksamana Sukardi, Arif Arryman dan M.S Zulkarnaen. Sebagai Direktur Econit dia sangat aktif dan mengeluarkan kritik dan pendapat. (Sumber : WikiPedia)

Econit juga menerbitkan tulisan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia tenntang Ekonomi. Kecintaan kepada Indonesia dituangkan dalam pemikiran-pemikaran yang bernas dalam menghadapi kondisi ekonomi. Beberapal pemikiran dan solusi Econit terhadap perekoniman Indonesia bisa dibaca di WordCatOrg

Kumpulan Tulisan Econit Advisory Group(Tahun 1995 – 2000) bisa dibaca disini

Rizal pernah ditugaskan oleh Alm. Gusdur (Presiden waktu itu) sebagai Kabulog (Kepala Urusan Logistik) 2000-2001, dia ditugasi membenahi Bulog (Badan Uruson Logistik).

Gusdur juga memberikan kepercayaan yang besar kepada Rizal untuk membenahi ekonomi dan menunjuknya sebagai Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan dan Industri, 23 Agustus 2000 – 12 Juni 2001, Menteri Keuangan 12 Juni 2001 – 9 Agustus 2001. Saat inilah Rizal berada satu meja dengan Purnawirawan Jenderal TNI Luhut Binsar Panjaitan (LBP) dalam rapat kabinet Gusdur. LBP menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan – 24 Agustus 2000 – 23 Juli 2001)

Wikipedia

Saat Pemerintahan Jokowi jilid II dia ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman 12 Agustus 2015 – 27 Juli 2016, langkah-langkah Rizal dalam membenahi kemaritiman berakhir dengan diberhentikannya jadi Menko Bidang Kemaritiman.

Alasan dia diberhentikan Jokowi menimbulkan polemik masyarakat, ada yang bilang karena ucapannya “‘Banyak menteri Jokowi yang KW 3”, ada yang bilang karena “menghentikan reklamasi” , dalam dalam akun twitternya @RamliRizal secara blak-blakan mengatakan soal pemecatannya jadi Menko Kemaritiman :

“Ketika buzzerRP hanya punya 3 kata untuk menyerang RR: nyinyir, pecatan, tua. Susah untuk tidak menduga IQ mereka < 60. Kalo soal pemecatan, yang minta-minta RR jadi
Menko itu sampai 3X itu @jokowi. Ternyata Jkw mudah dipengaruhi oleh PengPeng & Pengusaha Reklamasi. Gitu aja repot,” demikian cuitannya melalui akun twitter @RamliRizal Kamis 28 Mei 2020.

Sumber Pikiran Rakyat:

Kritik bagi Rizal adalah seperti kebutuhan pokok, diberhentikan jadi menteri, dipenjara, dan dilaporkan ke polisi seolah tak berpengaruh apapun terhadap keinginanya akan kritik.

Saat ini bergulir gugatan dan tantangan dari LBP, karena kritik-kritiknya. Rizal pun menantangnya dengan Debat terbuka, tentang debat ini saksikan Teaser : Rizal Ramli menang WO atas LBP.

Video lengkap bisa ditonton di Don Adam Channel, bila tak ingin ketinggalan Videonya Subscribe .

Tabujua lalu tabulintang patah, sekali dayung dikayuh pantang surut kebelakang.

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply