Nasihat Syekh Ali Jaber: Cara Sederhana Memahami Qadha dan Qadhar

Kita lanjutkan sedikit seputar nasihat Syekh Ali Jaber. Masih dalam buku Cahaya dari Madinah, Bab Jemaah Bertanya Syekh Ali Jaber Menjawab. Kali ini pertanyaan kelima (halaman 171-172).

Kita percaya dengan rukun iman yang keenam, yaitu percaya pada Qadha dan Qhadar. Tapi saat kita mendapatkan takdir yang buruk dari Allah, kadang-kadang kita kurang senang. Lalu, bagaimana cara menyikapinya supaya kita tetap bisa ikhlas dalam menghadapi kenyataan takdir buruk tersebut?

Soal menyikapi takdir buruk. Saya selalu bertanya, “Kenapa orang-orang suka marah dan emosi pada saat dia menghadapi sebuah cobaan?” Misal, ada orang yang sakit, lalu dia marah dan tidak mau menerima kenyataan bahwa dia sakit. Alasannya apa? “Ya Allah saya sudah jadi baik, tapi kenapa sekarang saya sakit?”

Lalu ada juga, seorang ibu yang menderita karena suaminya sudah meninggal. Dia menceritakan suaminya dulu sudah bertobat, shalatnya baik, dan melakukan kebaikan, tapi masya Allah, dia malah meninggal dunia. Pertama, yang ingin saya tanyakan kepada Anda adalah,

  • Apakah pada saat kita menerima kenikmatan kita pernah bertanya kepada Allah ‘Kenapa’?
  • Kenapa ya Allah saya sehat?
  • Kenapa ya Allah saya masih hidup?
  • Kenapa ya Allah Engkau berikan saya kemudahan?

Kenapa pada saat kita mendapatkan kesenangan kita tidak pernah bertanya kepada Allah, “Kenapa ya Allah saya yang mendapatkan nikmat tersebut?” Tapi berbeda pada saat kita mendapatkan keburukan, pasti kita akan menuntut kepada Allah, “Ya Allah kenapa saya mendapatkan keburukan ini?”

Jadi, sebenarnya kita harus adil dalam menyikapi hal ini. Pada saat kita mendapatkan nikmat kita bersyukur, dan pada saat kita mendapatkan cobaan kita bersabar. Dengan syukur dan sabar inilah kita bisa mendapatkan keimanan yang sempurna, dengan syarat kita hanya berserah diri kepada Allah SWT.

Catatan kata-kata bijak Syekh Ali Jaber

  1. Seingat saya, selama di Indonesia, saya tidak pernah menyakiti siapapun dan agama manapun.
  2. Saya lahir di tanah Arab, biarkan saya meninggal di Indonesia.
  3. Saya punya prinsip, orang yang punya salah kepada saya, akan saya doakan semoga Allah mengampuninya. Namun, ketika saya punya salah, saya berdoa, “Ya Allah, ampunilah saya.”
  4. Jangan pandangi wanita yang belum berhijab, jangan pandangi dia buruk. Barangkali dia punya dua rakaat tahajud di sisi Allah dan bisa terampuni dosa-dosanya.
  5. Kita tidak tahu urusan manusia dengan Allah. Manusia punya rahasianya masing-masing dengan sang pencipta, Allah SWT.
  6. Apabila orang lain punya salah, maafkanlah dia.
  7. Belajarlah mengenai Islam dari Islam itu sendiri, jangan dari perilaku orang. Saya sendiri belum tentu menjadi contoh, tirulah Nabi Muhammad SAW.
  8. Jangan memandang mereka dengan pandangan buruk, pandang mereka dengan sayang, kasihan, dan doakan.
  9. Kalau saya tidak bisa menjaga nama baik negeri Indonesia, lebih baik cabut warga negara.
  10. Saya lebih baik menjadi korban daripada mengorbankan umat. Saya tidak mau kasus ini dimanfaatkan oleh golongan tertentu.
  11. Segala sesuatu yang Allah tetapkan untuk kita adalah kebaikan, walau dalam pandangan kita itu adalah keburukan.
  12. Saya hanya menyampaikan Islam, tapi belum tentu saya menjadi contoh, jadi jangan tertipu dengan saya, tapi yakini tidak bakal tertipu dengan Islam.
  13. Saya tidak suka membalas dendam.
  14. Kemuliaan akhlak adalah inti daripada agama.
  15. Setiap kali saya ditimpa musibah, saya selalu mengucapkan,”Alhamdulilah, Inalillahi wainna illahi rajiun.”
  16. Saya mempercayai satu hal, tidak ada sesuatu yang terjadi kebetulan. Seperti kata Umar bin Khattab bahwa kita lari dari takdir ke satu takdir lainnya. Emosi dan marah tidak akan mengubah apa pun yang sudah terjadi, justru akan menimbulkan musibah jauh lebih besar.
  17. Tidak ada satu pun kata keluar kecuali Allah izinkan, kita harus belajar pasrah diri kepada Allah SWT.
  18. Tidak cukup kita hanya berbicara dan retorika dalam mengungkapkan cinta, tapi wujudkanlah dalam perilaku.
  19. Banyak orang mengaku cinta Nabi, tapi apakah perilakunya seperti Nabi?
  20. Jangan pernah sungkan untuk menerima masukan orang dan meminta maaf.

Demikian beberapa kata-kata bijak Syekh Ali Jaber yang bisa dijadikan pegangan hidup kita.

Dari berbagai sumber []

Post Author: ibnumuslim

Leave a Reply