Muhammad SAW Sosok Nabi Penuh Cinta

Dimanakah sumber cinta? Siapakah yang menumbuhkan cinta? Siapakah pangkal cinta? Bahkan apakah cinta itu sendiri? Sumber, tempat tumbuh dan pangkal cinta adalah Allah Swt. Sesungguhnya Allah Swt. adalah pencipta cinta dan sekaligus menumbuhkannya dalam hati. Dia-lah yang mengalirkannya dalam setiap nadi manusia. Lebih dari itu, sesungguhnya Allah Swt. adalah cinta itu sendiri. Allah adalah Maha Pencinta. Mencintai adalah salah satu sifat-Nya.Dari-Nya dan dari cintalah tumbuh segala kebajikan dan juga rahmat-Nya. Allah yang Maha Agung mencintai semua hamba-Nya dan memerintahkan kita untuk bisa saling mencintai satu dengan lainnya. Allah menampakkan cinta-Nya dengan selalu memberikan nikmatNya pada manusia, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Hal ini dipahami dari firman-Nya,

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara.” (QS. Ali Imran [3]: 103)

Rasulullah mencintai Allah Swt., sumber cinta, yang mendatangkan cinta. Beliau mencintai pangkal cinta, Dzat yang penuh dengan cinta. Karenanya, cintailah Allah. Sesungguhnya Rasulullah telah mencintai-Nya dengan cinta yang sangat besar, cinta yang memenuhi segala relung hati. Muhammad Saw. mencintai Tuhannya, sumber cinta, rahmat dan kasih sayang. Maka cintailah Allah Swt. dan cintailah seluruh makhluk dan seluruh benda di muka bumi ini karena Allah dan dengan petunjuk Allah. Hal ini dipahami dari firman-Nya,

“Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.” (QS. al-Baqarah [2]: 165)

Kebahagiaan dalam diri adalah nilai terbesar yang didapatkan seseorang di saat menemukan cintanya, sungguh nilai yang sangat tinggi. Tidak ada kebahagiaan lain yang bisa menggantikannya, walaupun seluruh harta yang ada di muka bumi ini. Kebahagiaan dan kegembiraan dalam diri adalah tujuan tertinggi dalam kehidupan tiap individu manusia. Ia tidak akan bisa ditemukan kecuali dalam cinta dan dengan cinta.

Kerahkan cinta dengan konsisten dan janganlah tunggu balasan darinya. Maka dengan pasti akan didapatkan balasan yang berlipat ganda. Ya, balasan yang lebih dalam diri dan bahkan dalam hati, dan itu sungguh balasan yang sangat besar. Mereka yang dicintai kelak akan mencintai lebih banyak lagi.

Banyak dari kita belum siap mengorbankan apa yang dimiliki untuk mendapatkan kebahagiaan yang tiada tara. Namun banyak dari kita yang mau membayar banyak demi suatu kebahagiaan yang semu dan menipu. Mereka tidak peduli dengan kebahagiaan hakiki yang timbul dari cinta sejati, cinta yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

“Demi diriku yang ada dalam kekuasaan-Nya, sesungguhnya kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman dan kalian tidak akan pernah beriman hingga kalian bisa saling mencintai.” (HR. Ibnu Majah)

Sedang dalam hadits lainnya, Rasulullah menekankan suatu keselarasan antara keimanan dan cinta. Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

“Tidak akan beriman seorang pun dari kalian hingga ia bisa mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Anas)

Bila anda mencinta, maka anda akan terlepas dari semua materi duniawi. Ruh anda pun akan selalu bersama para malaikat. Bila anda mampu mencinta, maka terlepaslah segala kebencian, ketamakan dan segala perbuatan buruk dari diri. Bila anda mencinta, maka anda akan selalu merasakan keimanan dan keamanan dalam diri. Anda akan selalu menorehkan segala kebajikan dan kebaikan untuk sesama.

Dengan demikian dipahami mengapa cinta menjadi pangkal keimanan, dan iman adalah tiket untuk bisa mencapai Surga Firdaus. Kesimpulannya, di saat seseorang tidak akan bisa masuk surga tanpa keimanan, maka bisa dikatakan bahwa seseorang tidak akan bisa masuk surga tanpa cinta.Karena tidak ada keimanan tanpa cinta, hingga akhirnya surga tidak akan pernah tercapai tanpa cinta. Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang mencinta dan bukan bagi orang-orang yang saling membenci satu dengan lainnya.

Demikianlah posisi cinta. Rasulullah telah mengangkat posisinya di dunia dan akhirat. Dalam buku ini pun kita akan banyak membahas dan memahami ajaran Rasulullah tentang cinta di semua sisi kehidupannya. Hanya kepada Allah-lah kita mengharap Taufik dan Hidayah.

Download dan miliki ebooknya, KLIK di SINI: Muhammad, Sosok Nabi Penuh Cinta

===
Judul Asli : Muhammad Nabiyyul Hubb
Penulis : Muhammad Majdi Marjan
Penerbit : Maktabah An-Nafizah
Penerjemah : Sari Narulita Lc
Editor & Layout : Kaunee Creative Team
Edisi Terbit : Pertama, Februari 2008
PT. Kuwais International
Jl. Bambu Wulung No. 10, Bambu Apus
Cipayung, Jakarta Timur 13890

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply