Muhammad SAW Sebagai Seseorang Yang Selalu Berzikir dan Sering Berdoa

Rasulullah SAW adalah orang yang selalu ingat kepada Tuhannya. Semua perjalanan hidupnya menjadi zikir kepada Tuhannya. Dakwahnya menjadi zikir. Khutbahnya menjadi zikir. Nasihatnya menjadi zikir. Ibadahnya menjadi zikir. Jihadnya menjadi zikir. Fatwanya menjadi zikir. Malam, siang, musafir, mukim, bahkan seluruh pernafasannya menjadi zikir dan pengingat kepada Tuhannya. Hatinya selalu bergantung kepada Tuhannya. Kedua belah matanya terkadang tidur akan tetapi hatinya tidak akan pernah tidur dan lalai. Bahkan pandangan kepadanya akan selalu mengingatkan umat manusia supaya selalu ingat kepada Tuhannya. Segala bentuk acara dan program kehidupannya menjadi zikir kepada Yang Maha Pencipta Allah SWT Baginda selalu mengajak umat manusia supaya mengingat Tuhannya.

Rasulullah SAW bersabda:

Orang yang selalu menyendiri akan selalu mendapatkan posisi pertama. Yang dimaksudkan dengan orang menyendiri adalah orang-orang yang selalu berzikir kepada Allah, baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan.

Perumpamaan orang yang selalu mengingat Tuhannya dan orang yang tidak mengingat Tuhannya adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati.

Senantiasa lidahmu basah karena mengingat dan berzikir kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW memberitahukan bahwa orang yang paling mulia adalah orang yang selalu ingat kepada Allah sebagai Tuhannya. Baginda meriwayatkan sebuah hadits qudsi dari Tuhannya, yaitu:

Aku selalu bersama hamba-Ku yang mengingat-Ku dan selalu menggerakkan kedua belah bibirnya karena berzikir kepada-Ku.

Rasulullah SAW bersabda lagi:

Siapa yang mengingat diri-Ku dalam dirinya, maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Siapa yang mengingat-Ku dalam suatu jamaah, maka Aku akan mengingat dalam suatu jamaah yang lebih baik daripada mereka.

Bagi Rasulullah SAW terdapat puluhan hadits shahih yang menyerukan untuk berzikir dan diperintahkan untuk melakukannya, baik dalam tahlil, tasbih, tahmid, takbir, hawqalah (ucapan La hawla wa la quwwata illa billah), istighfar, maupun mengucapkan shalawat kepadanya.

Baginda selalu mengingatkan umatnya akan pahala zikir dan kesan-kesan pahala dan ganjaran yang akan diterimanya. Baginda juga menyebutkan bilangan zikir yang disesuaikan dengan tempat dan situasinya. Di sana juga terdapat zikir-zikir yang mesti dibaca ketika malam dan siang. Rasulullah SAW adalah orang yang selalu berzikir, bersyukur dan sabar. Beliau adalah orang yang mengingatkan umat akan Tuhannya dan mengajarkan mereka cara mengagungkan dan bertasbih kepada Tuhan. Beliau juga adalah orang yang menerangkan kepada para umatnya akan faedah-faedah zikir dan manfaatnya. Beliau adalah orang yang paling berbahagia dengan Tuhannya. Beliau adalah orang yang paling senang kehidupannya dengan adanya zikir ini. Bahkan baginda merupakan orang yang paling baik keadaannya dengan anugerah yang telah dilimpahkan oleh Tuhan kepadanya. Beliau mempunyai pelbagai wirid yang terdiri dari zikir-zikir disertai dengan kehadiran hati, kekhusyukan, ketundukan, ketenangan, kecintaan, harapan dan keinginan kuat akan anugerah Tuhannya.

Muhammad SAW sebagai Seseorang yang Sering Berdoa

Allah SWT berfirman:

Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. [QS. Al Mukmin : 60]

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, [QS. Al Baqarah : 186]

Rasulullah SAW bersabda:

Doa itu merupakan sebuah ibadah.

Siapa yang tidak pernah memohon dan berdoa kepada Allah, maka Dia akan marah kepadanya.

Rasulullah SAW merupakan orang yang selalu berdoa kepada Allah dalam setiap keadaan. Beliau selalu menyerahkan urusannya kepada Tuhan. Beliau selalu berdoa dengan serius kepada Sang Maha Pencipta dengan mengharapkan rahmat dan ampunan-Nya. Beliau juga selalu memohon kebaikan dan kemurahan-Nya. Beliau selalu memilih doa doa yang sempurna dan menyeluruh, yaitu seperti doanya: Ya Allah, berikanlah kepada kami kebajikan di alam dunia dan kebajikan di alam akhirat dan selamatkanlah kami dari api neraka. Juga di antara doa Rasulullah SAW adalah:

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ampunan dan kesejahteraan.

Baginda selalu mengulang-ulang doa sebanyak tiga kali. Beliau selalu memulai doanya dengan memberikan puji-pujian kepada Tuhan. Beliau juga selalu menghadap kiblat apabila berdoa. Terkadang baginda berwudhu terlebih dulu menjelang berdoa. Baginda juga mengajarkan cara dan sopan santun berdoa kepada para umatnya. Yaitu seperti memulai pujian kepada Allah dan mengucapkan shalawat kepada Rasul-Nya. Juga berdoa kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang indah. Kemudian serius ketika berdoa kepada Allah, menjaga waktu-waktu yang mustajab seperti berdoa selepas mengerjakan shalat, antara azan dan iqamat, waktu akhir dari hari Jum’at, hari Arafah. Juga dalam keadaan sujud, puasa dan dalam keadaan perjalanan dan doa ibu bapak kepada anaknya. Pada waktu-waktu yang kritis, baginda sangat bersungguh-sungguh dalam berdoa dan sangat mengharapkan bantuan-Nya. Baginda juga selalu mengulang-ulangi permintaan diiringi kerendahan diri, ketakutan, cinta, baik sangka serta penuh harap akan dikabulkan doanya. Hal ini sebagaimana yang telah dilakukan baginda ketika perang Badar, perang Khandaq, dan pada hari Arafah.

Allah SWT selalu memperkenankan doanya dan mengabulkan permintaannya. Hal ini sebagaimana yang terjadi ketika beliau berada di atas mimbar pada hari baginda meminta hujan. Lalu turunlah hujan secara langsung. Juga pada waktu terbelahnya bulan, Allah memberikan keberkahan dalam makanan dan harta, Allah juga telah memberikan pertolongan dan bantuan di dalam segala peperangannya. Allah juga telah memenangkan agamanya, menguatkan golongannya dan menghinakan para musuhnya dan membantai para lawannya sehingga Allah merealisasikan segala tujuan dan keinginan kepadanya. Bahkan Allah SWT juga telah memuliakan kedudukannya dan menjadikan kemenangan kepadanya. []

Post Author: ibnumuslim

Leave a Reply