Miskin Setelah Berkuasa

“Bantulah saya jika berada di jalan yang benar, dan perbaiki jika berada di jalan yang salah. Kebenaran adalah kepercayaan; kesalahan adalah pengkhianatan.” (Dari Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq)

Kita kenangkan pada hari Isra’ Mi’raj seorang bapak. Seorang saudagar yang langsung percaya ketika mendengar kabar perjalanan Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa kemudian ke Sidratul Muntaha, kemudian balik lagi, dalam waktu hanya sekejap, di malam hari. Seorang yang secara khusus diminta Rasulullah SAW menemaninya berhijrah ke Madinah. Seorang yang ketika masuk Islam punya 40.000 dirham, belum lagi uang yang sedang beredar dalam perdagangan. Aset yang menjadikannya konglomerat papan atas di Jazirah Arab. Tapi tinggal 5.000 dirham ketika berhijrah, susut karena penggunaan untuk perjuangan agama. Seorang yang jika ada yang memujinya selalu tampak sedih: “Ya Allah, Engkau lebih tahu diriku daripada aku sendiri, sedangkan aku mengetahui diri sendiri lebih dari yang diketahui orang-orang itu. Ampunilah dosa-dosaku yang tidak mereka tahu, dan jangan buat aku bertanggung jawab atas puji-pujian mereka itu.”

Subhanallah, dialah Sahabat Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a., yang dipilih secara aklamasi oleh kaum muslimin sebagai pemimpin umat, Khulafaurrasyidin yang pertama. Berikut pidato pertamanya setelah diangkat jadi Khalifah :

“….. Kebenaran adalah suatu kepercayaan; kesalahan adalah suatu pengkhianatan. Orang yang lemah diantara kalian akan menjadi kuat bersama saya, sampai kebenaran terbukti. Orang yang kuat diantara kalian akan menjadi lemah bersama saya, sampai saya ambil dari dia hak orang yang lemah. Patuhilah saya selama saya mematuhi Allah dan Rasul. Jika saya tidak mematuhi allah dan Rasul, jangan patuh kepada saya.”

Ketika merasa ajalnya hampir tiba, Abu Bakar Ash-Shiddiq menanyakan kepada pegawai Baitul Mal jumlah tunjangan yang sudah diambilnya. Setelah direken, pegawai itu menjawab: 6.000. dirham. Itu untuk dua setengeh tahun masa kekhalifahan. Abu Bakar Ash-Shiddiq lalu menyuruh tanah miliknya dijual, dan seluruh hasilnya diserahkan kepada Baitul Mal.

Abu Bakar Ash-Shiddiq wafat sehabis Shalat Magrib, Senin 8 Jumadil Akhir 13H (23 Agustus 634), dalam usia 63 tahun. Seorang saudagar kaya, yang memiliki 40.000 dirham tunai ketika memeluk Islam, tapi menjadi miskin sewaktu wafat sebagai khalifah pertama dalam Islam. Keluarga-keluarga kita, di Tanah Air, bertambah makmur jika salah satu anggotanya menduduki jabatan kekuasaan.

Pernah diposting tahun 2006 di Blogku LaTahzan

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply