Mimpi Bertemu Nabi Muhammad SAW, Mungkinkah?

Beberapa waktu lalu jagad maya media sosial sempat dihebohkan perihal Babeh Haikal Hasan yang dilaporkan ke polisi karena pernyataannya bermimpi nabi Muhammad SAW. Banyak yang percaya dan banyak pula yang mencibir meragukan kebenarannya. Banyak hadis sahih yang meriwayatkan keutamaan mimpi berjumpa Rasulullah SAW. Di antara hadis itu ialah:

“Barang siapa melihatku dalam mimpi, maka dia benar-benar telah melihatku. Sesungguhnya setan tidak dapat menjelma sepertiku.” (HR Muslim dari Abi Hurairah).

Dalam redaksi lain, Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang melihat aku dalam mimpi, maka dia benar-benar melihat sesuatu yang benar.” (HR Muslim dari Abu Qatadah). Dalam riwayat lain disebutkan, “Barang siapa yang sering bershalawat terhadapku, aku tahu dan aku tentu memberikan syafaat di hari kiamat.” Dalam redaksi lain dikatakan, “Barang siapa memimpikan aku, maka aku akan bersamanya nanti di surga.”

Penggambaran Rasulullah SAW dalam Alquran menarik untuk dikaji karena hampir semuanya menggunakan bentuk fi’il mudhari’ (present and future), bukannya menggunakan bentuk fi’il madhi (past tense). Salah satu contohnya ialah: “Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu al-Kitab dan Al Hikmah (As Sunah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.” (QS Al Baqarah [2]: 151).

Kata membacakan, menyucikan, dan mengajarkan digunakan bentuk fi’il mudhari’. Itu artinya Rasulullah masih bisa berkomunikasi aktif dengan umatnya secara khusus. | Republika

Apakah anda tertarik dan ingin mengalaminya?

Amalkan ijazah Sholawat dari Abah Guru Sekumpul (KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani)

SHOLAWAT DURRIL AZHAR

اللهم صلى على سيدنا محمد الدر الازهر واليقوت الاحمر والنور الاظهر والسر الله الاكبر

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad addurril azhar wal yaqutil ahmar wan nuril azhar wa sirrilllahil akbar

Ya Allah berikanlah sholawat kepada Sayyidina Muhammad mutiara yang paling indah, berlian merah, cahaya yang paling terang, dan rahasia Allah yang paling besar.

Kata Abah Guru Sekumpul, Barangsiapa mengamalkannya setiap hari 15 kali maka tidak sampai seminggu orang itu sudah bertemu Rasulullah saw

Atau ijazah Sholawat Miftah dari seorang wali besar al-Habib Ali Bin Muhammad al-Habsyiy Radhiyallahu Anhu.

اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مِفْتَاحِ بَابِ رَحْمَةِ اللهِ، عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ، صَلاَةً وَسَلاَماً دَائِمَيْنِ بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ .

Allahumma shalli wa sallam ‘alaa sayyidina Muhammadin wa ‘alaa aali sayyidina Muhammadin miftahi baabi rahmatillah, adada maa fii ‘ilmillahi, shalatan wa salaman da’imayni bidawaami mulkillahi

Artinya:” Ya Allah, berikanlah shalawat dan salam kepada pemimpin kami Nabi Muhammad dan juga para keluarga beliau, beliau merupakan kunci rahmat Allah. Sebanyak sesuatu yang berada dalam pengetahuan Allah, shalawat dan salam yang selamanya tercurah dengan kesenantiasaan kerajaan Allah.”

Penjelasan:

Al-Habib Ali Bin Muhammad al-Habsyiy berkata: “Sholawat ini memiliki keutamaan yang sudah teruji sebagai wasilah untuk bertemu dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam dalam mimpi. Beberapa murid kami telah menguji coba memperbanyak membaca shalawat ini hingga mereka berjumpa kepada Rasulullah dalam mimpi. Maka bagi siapa saja yang ingin bertemu Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam dalam mimpi saat tidurnya, maka hendaklah ia membaca shalawat ini dalam bilangan yang tak terbatas.” | Pustaka Pejaten

 

Selamat beramal…, insya Allah terkabul. []

Post Author: ibnumuslim

Leave a Reply