Kitab al-Ibanah wal Ifadhah, karya Sayyid al-Habib Prof. Dr. Abdurrahman bin Abdullah as-Saggaf,

Kebanyakan muslimah masih menganggap, jika haid berkelanjutan hingga lebih dari 15 hari, berarti yang dianggap istihadah hanyalah darah yang keluar dari hari ke-16 dan seterusnya. Padahal, istihadah itu bisa saja dimulai dari hari ke-8, ke-10, atau bahkan bisa saja darah pertama yang keluar adalah istihadah, sedangkan haidnya baru dimulai pada hari ke-10 sejak keluarnya darah.
Banyak juga jamaah ibu-ibu yang kami temui, yang pukul rata nifas menjadi 40 hari secara mutlak, padahal yang dijadikan tolok ukur adalah keluarnya darah dengan syarat-syarat tertentu. Jika darah telah berhenti sebelum genap 40 hari, otomatis masa nifas juga habis, thus, salat wajib dilaksanakan.
Lalu bagaimana jika darah keluar dari kemaluan wanita hamil? Bagaimana jika haid keluar, padahal salat belum lagi dilaksanakan? Bolehkah wanita haid membaca Alquran dengan niat murajaah hafalan Alquran?
Insyaallah, semua dibahas di dalam Kitab al-Ibanah wal Ifadhah, karya Sayyid al-Habib Prof. Dr. Abdurrahman bin Abdullah as-Saggaf, yang dahulu kami pelajari bersama Sayyid al-Habib Ahmad bin Abdurrahman al-Magdi. Mengingat masih banyaknya wanita yang tak paham, maka saya pun berinisiatif menerjemahkan kitab tersebut, sebagai bentuk syiar dan pengabdian akan ilmu pengetahuan.
Fakhry Emil Habib | (Tuangku Rajo Basa)

Saya juga berikan penjelasan tambahan jika diperlukan, dengan membubuhkan jika tambahan itu memang tidak terdapat di dalam kitab asli. Ya, saya paham, saya laki-laki. Hal ini pula yang dahulu menjadi bahan lelucon kami saat membahas permasalahan haid ini secara detail. “Ini kasus wanita, dipakai oleh wanita, namun pelajar semua lelaki, gurunya pun lelaki.” Meskipun begitu, mempelajari permasalahan ini tetaplah fardu kifayah, dan fardu ain pada hak thalib fiqh.

Silahkan DOWNLOAD >>> klik di sini Terjemah al-Ibanah wal Ifadhah
Semoga Allah rahmati penulis kitab beserta guru-guru kami yang dahulu mengajarkan ini, Sayyid al-Habib Ahmad, Syaikh Salim al-Khathib serta Syaikh Mushthafa Abu Hamzah asy-Syafi’i. Saya juga berharap amal ini dijaga keikhlasannya oleh Allah, dan disampaikan pula pahalanya kepada orang tua dan guru-guru kami. Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik..

Post Author: ibnumuslim

Leave a Reply