Kiat-kiat Menghindari Riba

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan, maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat, maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak dianiaya. (QS. Al Baqarah: 278-279)

Termasuk Tujuh Dosa Besar

Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Jauhilah oleh kalian tujuh hal yang mencelakakan”. Para shahabat bertanya,”Apa saja ya Rasulallah?”. “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh nyawa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, makan riba, makan harta anak yatim, lari dari peperangan dan menuduh zina. (HR. Muttafaq alaihi).

Rasulullah saw melaknat pemakan riba, yang memberi, yang mencatat dan dua saksinya. Beliau saw bersabda: mereka semua sama. (HR. Muslim)

Riba Era Modern

  1. Bank Konvensional: Salah satu pelaku utama praktek riba adalah bank konvensional, baik ketika bank itu meminjamkan uang atau ketika menerima tabungan nasabah.
  2. Produk Asuransi: Riba pada perusahaan asuransi konvensional terletak pada investasi pada usaha-usaha dengan cara bunga.
  3. Koperasi Simpan Pinjam: Salah satu solusi untuk menguatkan ekonomi rakyat adalah dengan mendirikan koperasi. Karena prinsip koperasi adalah kebersamaan dan kegotongroyongan, dimana koperasi itu didirikan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Namun meski demikian, dalam prakteknya kadang koperasi pun melakukan hal-hal yang ribawi, justru kepada anggotanya sendiri.
  4. Kartu Kredit: Pada dasarnya, prinsip kartu kredit adalah memberikan uang pinjaman kepada pemegang kartu untuk berbelanja di tempat-tempat yang menerima kartu tersebut. Setiap kali seseorang berbelanja, maka pihak penerbit kartu memberi pinjaman uang untuk membayar harga belanjaan.
  5. Rentenir Pasar: Praktek ribawi yang paling klasik dan paling tua umurnya tidak lain adalah praktek peminjaman uang oleh para rentenir yang banyak beroperasi di tengah masyarakat umum.
  6. Baitul Mal wat-Tamwil (BMT): BMT seharusnya menjadi salah satu alternatif agar masyarakat kelas bawah terhindar dari jerat para rentenir yang menghisap darah. Singkatannya saja baitul mal wat-tamwil, yang sangat kuat dikesankan punya loyalitas pada sistem syariah yang anti riba. Namun kalau kita telusuri lebih dalam, tak jarang kita malah mendapatkan fakta-fakta yang menyedihkan. Tentu tidak terjadi pada semua BMT.
  7. Tukar Uang Receh: Terus terang dalam hal ini memang ada sedikit perbedaan pendapat. Apakah boleh uang 1 juta rupiah berwujud 10 lembar uang 100-an ribu, ditukar dengan uang pecahan lebih kecil lima ribuan, tetapi nilainya hanya 950 ribu?

Solusi Keluar Dari Jerat Riba

Agar kita bisa selamat dari transaksi riba, maka kita harus mengganti akad-akad yang mengandung riba dengan akad-akad yang dibenarkan di dalam syariah Islam. Namun tetap punya tujuan yang sesuai dengan kebutuhan aslinya.

  • Ubah Jadi Akad Kredit
  • Ubah Jadi Kerjasama Bagi Hasil
  • Ubah Jadi Gadai
  • Ubah Jadi Sedekah

Semoga kita selalu dilindungi Allah SWT dari dosa-dosa yang tidak kita ketahui dan dosa-dosa yang kita ketahui. Dan semoga Allah SWT selalu menambah ilmu kita, khususnya ilmu tentang halal haram dalam bermuamalat. Aamien. Baca selengkapnya, download klik di sini.

Judul: Kiat-kiat Menghindari Riba
Penulis: Ahmad Sarwat, Lc. MA
Terbit: 19 Januari 2019
Penerbit: Rumah Fiqih Publishing
Halaman: 65
Legalitas: Waqaf/Gratis

Baca juga:

Uang Muka dalam Pandangan Syariah
Bolehkah Menjual Harta Wakaf?
Kartu Kredit Syariah?

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply