Khilafiyah Haram Selamat Natal

Sekilas kalau melihat apa yang berkembang di tanah air, memang banyak sekali kalangan kiyai, ustadz, penceramah, muballigh, hingga para aktifis dakwah yang secara tegas mengharamkan ucapan selamat natal itu. Berbagai kutipan fatwa juga ikut beredar menyemarakkan perdebatan seputar tema genit itu. Namun di seberangnya, kita juga menemukan kalangan yang tidak melarang ucapan natal, tentu dengan alasan dan hujjahnya juga.

Ritual tahunan yang selalu heboh di tengah umat Islam adalah urusan perayaan natal. Sebenarnya tidak ada urusan sama sekali umat Islam dengan perayaan natal, karena sesungguhnya natal itu bukan hari raya umat Islam. Jadi kalau dipikir-pikir lebih jauh, apa urusannya kok malah umat Islam ribut sendiri?

Mungkin kalau beda pendapat tentang jatuhnya hari Raya Idul Fithri, Idul Adha atau awal Ramadhan, masih wajar. Sebab memang sudah ada perbedaan itu sejak masa lalu dan hingga hari ini, khususnya internal umat Islam di Indonesia, masih saja meributkannya.

Tapi kalau hari raya agama lain, kok sesama umat Islam ikut meributkannya, memang jadi unik sekali. Sebab boleh jadi yang punya hari raya, yaitu pemeluk agama Kristen, malah tidak saling meributkan. Kalau hukum tidak bolehnya umat Islam ikut merayakan natal, nampaknya semua pihak sepakat tentang ketidak-bolehannya. Bahkan juga ada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak lama yang melarang perayaan natal, bila yang melakukannya umat muslim.

Namun yang selalu hangat dibicarakan bukan perayaannya, tapi hukum ikut memberikan ucapan selamat dari pihak muslim kepada pemeluk agama Kristiani.

Dan perdebatan ini ternyata kalau kita telusuri lebih jauh ke belakang, kita akan bertemu dengan beragam pendapat. Ada ulama yang mengharamkannya secara mutlak. Tapi ada juga yang membolehkannya dengan beberapa hujjah. Dan juga ada pendapat yang agak di pertengahan serta memilah masalah secara rinci. Tentu bukan berniat untuk memperkeruh keadaan kalau kami sampaikan apa yang beredar di tengah umat tentang hal ini. Sebaliknya, kajian ini justru untuk memperluas wawasan kita dalam menuntut ilmu, wabil khusus tentang urusan yang agak khusus ini.

Pendapat Yang Mengharamkan

Haramnya umat Islam mengucapkan Selamat Natal itu terutama dimotori oleh fatwa para ulama di Saudi Arabia, yaitu fatwa Al-‘Allamah Syeikh AlUtsaimin. Beliau dalam fatwanya menukil pendapat Imam Ibnul Qayyim

Fatwa Syeikh Al-‘Utsaimin

Sebagaimana terdapat dalam kitab Majma’ Fatawa karya Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, (Jilid.III, h.44-46, No.403), disebutkan bahwa: Memberi selamat kepada mereka hukumnya haram, sama saja apakah terhadap mereka (orang-orang kafir) yang terlibat bisnis dengan seseorang (muslim) atau tidak. Jadi jika mereka memberi selamat kepada kita dengan ucapan selamat hari raya mereka, kita dilarang menjawabnya, karena itu bukan hari raya kita, dan hari raya mereka tidaklah diridhai Allah.

Pendapat Yang Tidak Mengharamkan

Selain pendapat yang tegas mengharamkan di atas, kita juga menemukan fatwa sebagian dari ulama yang cenderung tidak mengharamkan ucapan tahni’ah kepada umat nasrani. Yang menarik, ternyata yang bersikap seperti ini bukan hanya dari kalangan liberalis atau sekuleris, melainkan dari tokoh sekaliber Dr. Yusuf AlQaradawi. Tentunya sikap beliau itu bukan berarti harus selalu kita ikuti.

Fatwa Dr. Yusuf Al-Qaradawi

Syeikh Dr. Yusuf Al-Qaradawi mengatakan bahwa merayakan hari raya agama adalah hak masing-masing agama. Selama tidak merugikan agama lain. Dan termasuk hak tiap agama untuk memberikan tahni’ah saat perayaan agama lainnya. Maka kami sebagai pemeluk Islam, agama kami tidak melarang kami untuk untuk memberikan tahni’ah kepada non muslim warga negara kami atau tetangga kami dalam hari besar agama mereka. Bahkan perbuatan ini termasuk ke dalam kategori albirr (perbuatan yang baik). Sebagaimana firman Allah SWT:

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS. AlMumtahanah: 8)

Kebolehan memberikan tahni’ah ini terutama bila pemeluk agama lain itu juga telah memberikan tahni’ah kepada kami dalam perayaan hari raya kami.

Baca selengkapnya, download klik di sini. | Khilafiyah Haram Selamat Natal

Judul: Khilafiyah Haram Selamat Natal
Penulis: Ahmad Sarwat Lc, MA
Terbit: 25 Desember 2020
Penerbit: Rumah Fiqih Publishing
Halaman: 27
Legalitas: Waqaf/Gratis

Muqaddimah

Bab 1 : Latar Belakang Sejarah
1. Ekspansi Eropa ke Dunia Islam
2. Hubungan di Zaman Kolonialisme
3. Imbas Kepada Hukum Memberi Ucapan Selamat Natal

Bab 2 : Pendapat Yang Mengharamkan
1. Fatwa Syeikh Al-‘Utsaimin
2. Fatwa Ibnul Qayyim
3. Fatwa MUI?

Bab 3 : Pendapat Yang Tidak Mengharamkan
1. Fatwa Dr. Yusuf Al-Qaradawi
2. Fatwa Dr. Mustafa Ahmad Zarqa’
3 Majelis Fatwa dan Riset Eropa

Bab 4 : Pendapat Pertengahan
1. Pertama
2. Kedua

Bab 5 : Perbedaan Pendapat Hari Kelahiran Nabi Isa

Kesimpulan

Post Author: ibnumuslim

Leave a Reply