Inyiak Parabek (Pendiri Sumatera Thawalib Parabek)

Sumber Gambar : Wikipedia

Syekh Ibrahim Musa, dulu para murid memanggilnya dengan panggilan Inyiak Parabek. Lahir di Desa Parabek, Banuhampu, Bukittinggi, pada 12 Syawal 1301 H (15 Agustus 1884 M), Syekh Ibrahim Musa Parabek termasuk ke dalam kategori ulama pembaharu, setelah tiga serangkai ulama pembaharu Minangkau lainnya, seperti Syekh Muhammad Djamil Djambek, Abdullah Ahmad, dan Haji Rasul (Abdul Karim Amrullah) (Republika-ROL)

Beliau adalah pendiri Sumatera Thawalib Parabek (Sekarang bernama Madrasah Sumatra Thawalib Parabek), Bukittinggi, Sumatera Barat. Dan di Padang Panjang, Sumatera Barat ada Sumatera Thawalib Padang Panjang yang didirikan DR. Karim Amrullah, dengan panggilan Inyiak DR, ayahanda Profesor. Dr. Haji Karim Amrullah (Buya Hamka).

Inyiak Parabek, berayahkan seorang hartawan yang juga ulama, Syekh Muhammad Musa bin Abdul Malik Al Qarhawy. Ibunya bernama Ureh. Sejak kecil Ibrahim telah belajar Alquran di bawah bimbingan sang ayah. Pada usia 13 tahun ia sudah khatam Alquran. Pendidikan dasar secara tradisional diperoleh dari beberapa daerah di Minangkabau. (Republika-ROL)

Saat masih remaja, Inyiak Parabek, mangaji (belajar) Nahu-Sharaf di Surau Tuanku Mato Aia Pakandangan Pariaman. Di sana dia mempelajari ilmu nahwu dan sharaf, belajar Fiqh di Surau Tuanku Mato Angin Batu Taba,

Keinginan belajar Inyiak Parabek sangat tinggi, beliau juga belajar dengan Syekh Jalaluddin Alkasai di Sungai Landai, dan Tuanku Abdul Hamid di Suliki.

Saat usia sekitar 17-19 tahun, Inyiak Parabek berangkat ke Mekah, beliau belajar disana selama 9 tahun (sumber lain 6 Tahun), dengan beberapa orang guru.

Di Mekkah, Ibrahim Musa belajar pada Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Syekh Muhammad Jamil Jambek (belajar ilmu falak), Syekh Ali Bin Husein, Syekh Muchtar Al-Jawy dan Syekh Yusuf Al-Hayat. (Sumber : LanggamId)

Sepulangnya dari belajar di Mekah, Inyiak Parabek mendirikan Halaqah.

Tahun 1916, Pengajian halaqah diberi nama Muzakaratul Ikhwan setelah kembalinya Syekh Ibrahim Musa kali yang kedua dari Makkah selama 2 tahun

Tahun !918, Muzakaratul Ikhwan (Jamiatul Ikhwan ) diubah menjadi Sumatera Thawalib.

(Sumber : Sumatera Thawalib Parabek)

Dari pembukaan pengajian Halaqah tahun 1916, Sumatera Thawalib Parabek saat ini sudah berusia 104 Tahun, sekarang Sumatera Thawalib Parabek sudah berkembang sangat pesat.

Sumatera Thawalib Parabek telah melahirkan pemimpin politik seperti Alm. Adam Malik (Mantan Wakil Presiden Indonesia), Ulama seperti Buya Hamka, dan alumninya tersebar di negara tetangga seperti Malaysia, Brunai, dan Singapura.

Siswa-siswa pada semua tingkatan diajarkan mengeluarkan pendapat secara terbuka dalam Muzakarah (Diskusi/Debat), Muhadharah (Pidato), dan sikap demokrastis dalam perbedaan pendapat.

Bahasa Arab, Nahu-Sharaf (Tata Bahasa Arab), Mantiq (Logika), Ushul Fiqh, Tarikh Tasyri’, Tafsir, Musthalah Hadis, dan Perbandingan Mazhab sudah diajarkan di beberapa tingkatan sekolah. Tentu pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, Hitung Dagang/Tata Buku, Statistik, dan semua pelajaran yang ditetapkan oleh Kementrian Agama Republik Indonesia juga diajarkan*

Semoga seluruh amal jariah Allah Yarham Inyiak Parabek menjadi amal shaleh, dan diterima oleh Allah SWT. Allahummag Firlahu war Hamhu wa Afihi wa’fu anhu.

Note:

*Mata Pelajaran yang diajarkan saat penulis sekolah di Sumatera Thawalib Parabek, 1981-1987.

 

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply