Haram tapi bukan Mahram

Mahram adalah wanita yang haram untuk dinikahi selamanya. Maka sebenarnya bukan termasuk mahram, wanita yang haram dinikahi tapi tidak selamanya. Seperti adik istri atau bibi istri. Mereka tidak boleh dinikahi, tetapi tidak selamanya. Karena jika istri meninggal atau dicerai, suami boleh menikahi adiknya atau bibinya.

Maka, ada beberapa wanita yang haram dinikahi bukan karena mahram dari seorang laki-laki. Tapi keharamannya karena hal lain. Keharamannya ada yang selamanya, bukan karena mahram tapi karena bentuk hukuman, yaitu wanita yang melakukan mula’anah dengan suaminya. Keharamannnya ada yang bersifat sementara, seperti ipar istri, istri orang lain, dll.

Hakikat perempuan yang termasuk mahram dimana boleh seorang laki-laki boleh melihat, khalwat (berduaan), bepergian dengannya adalah wanita yang haram dinikahi selamanya karena sebab yang mubah, karena statusnya yang haram. (Imam an-Nawawi – w. 676 H)

Dalam bab pernikahan, Kita mengenal ada beberapa wanita yang haram untuk dinikahi. Biasanya dikenal dengan istilah mahram. Meskipun selain haram dinikahi, ternyata mahram juga mempunyai kekhasan hukum, seperti bolehnya berduaan saja, bepergian bersama, boleh kelihatan beberapa auratnya dan tidak membatalkan wudhu jika disentuh dalam mazhab Syafii.

Ternyata ada beberapa wanita yang haram dinikahi, bukan karena mahram tapi karena alasan-alasan lainnya. Maka status mereka tak sama seperti mahram, mereka tetap dianggap ajnabiyyah atau orang lain.

Memang beberapa ulama kontemporer ada yang menggunakan isitilah mahram selamanya dan mahram sementara.

Menurut penulis, penggunaan istilah mahram selamanya atau sementara itu malah menjadikan bias. Karena orang yang berstatus mahram, selamanya pasti haram dinikahi. Terlebih ketika ada konsekwensi dari mahram itu sendiri, seperti boleh berduaan, boleh menyentuh, boleh melihat.

Lantas bagaimana dengan yang katanya mahram tapi sementara? Apakah sama hukumnya dengan mahram yang selamanya? Bagaimana dengan ipar dari istri?

Dalam buku sederhana ini dibahas mulai dari siapa saja mahram itu? Ada berapa jalur mahram? Apa bedanya mahram dan muhrim? Apa saja konsekwensi mahram? Siapa saja wanita yang haram dinikahi tapi bukan mahram? Bolehkah menikahi sepupu, ipar-iparan, saudari tiri?

Baca selengkapnya, download klik di sini. | Haram tapi bukan Mahram

Judul: Haram tapi Bukan Mahram
Penulis: Hanif Luthfi, Lc., MA
Terbit: 10 Oktober 2019
Penerbit: Rumah Fiqih Publishing
Halaman: 43
Legalitas: Waqaf/Gratis

Post Author: ibnumuslim

Leave a Reply