Halalkah Sembelihan Orang yang Sedang Junub?

Bermula dari pertanyaan yang sampai kepada kami tentang: Halalkah sembelihan orang yang sedang junub?
Maka untuk menjawab itu mula-mula patutlah kita ketahui terlebih dahulu apa itu junub, apa saja yang
menjadi sebab junub, lalu apa itu sembelihan dan apa saja hal yang penting untuk diketahui seputar
sembelihan, setelah itu barulah kita sampai pada jawaban apakah halal sembelihan orang yang sedang
junub.

dan jika kamu junub maka bersucilah (mandilah)
(QS. Al-Maidah: 6)

Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili saat menjelaskan QS. Al-Maidah: 6 diatas bahwa istilah junub itu adalah istilah untuk menyebut seseorang yang sedang dalam kondisi janabah (jauh) karena sebab jima’ (hubungan suami istri) atau karena sebab keluarnya mani.

Jika ada perempuan yang sedang dalam keadaan haidh, maka kurang tepat kalau mereka disebut dalam kondisi junub, tapi jika ada perempuan yang bermimpi lalu ketika bangun mendapti air (sperma) maka karena sebab ini baru tepat jika mereka disebut dengan junub.

Dari kata junub itu juga nanti akan muncul istilah janabah, dan dari sini juga hadir istilah mandi janabah untuk meyebut mandi wajib. Junub atau janabah adalah kosakata yang dipakai untuk menyebut seseorang yang sedang dalam keadaan berahadats besar karena dua sebab di atas sehingga mereka dalam kondisi jauh dari masjid, jauh dari shalat karena memang mereka tidak boleh mendekati itu sebelum mereka kembali suci dengan cara mandi janabah.

Seseorang yang sedang dalam kondisi junub maka meraka dalam keadaan berhadats besar, maka terlarang bagi mereka yang sedang berhadats besar juga berlaku bagi mereka yang sedang dalam kondisi junub. Mereka yang sedang dalam kondisi berhadas besar dilarang untuk: Shalat, Thawaf, Memegang atau Menyentuh Mushaf, Melafazkan Ayat-ayat Al-Quran, Masuk ke Masjid, dan…

Bagaimana pula perihal menyembelih? Baca selengkapnya, download klik di sini.

Judul: Halalkah Sembelihan Orang yang Sedang Junub?
Penulis: Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc., M.Ag
Terbit: 13 Desember 2018
Penerbit: Rumah Fiqih Publishing
Halaman: 38
Legalitas: Waqaf/Gratis

 

Post Author: ibnumuslim

Leave a Reply