“Fir’aunisme”

Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan. (QS Al-Baqarah – 50)

Raja-raja Mesir dipanggil dengan gelar “Fir’aun (Bahasa Arab), Paroh (bahasa Ibrani) dan Pharaoh (Bahasa Inggris) adalah penguasa Mesir zaman dulu.

Spinx, Piramid.
Ilustrasi : Symbol Kekuasaan Firaun, Piramid dan Spinx

Asal mula gelar Fir’aun terjadi pada masa awal-awal perkembangan masyarakat lembah Sungai Nil yang sangat subur yang bercorak pertanian. Untuk pengairan, masyarakat mesir kuno pada awalnya mengandalkan musim banjir dan kemudian dilengkapi dengan irigasi teknis pada masa-masa berikutnya. Karena tanah dan batas-batas tanah sangat penting dalam struktur masyarakat mesir kuno saat itu, maka diangkatlah tokoh masyarakat yang dihormati untuk mengatur batas-batas tanah dan segala hal yang menyangkut tata kehidupan masyarakat. Tetua masyarakat itu diberi gelar pharao (firaun) yang karena berkembangnya sistem kemasyarakatan dan negara, Pharao ini diangkat menjadi raja yang pada masa itu sebagai pemimpin negara dan pemimpin keagamaan. (Wikipedia) 

Sebagai seorang penguasa Mesir, Firaun yang sezaman dengan Nabi Musa AS adalah tipikal penguasa yang memiliki kekuasaan otoriter, zalim, dan sadis. Kekuasaan yang didukung oleh militer, Menteri segala urusan Haman dan pengusaha rakus Qarun, tipikal penguasa-penguasa otoriter pada umumnya.

Firaun memiliki ketakutan akan ditumbangkan, maka apa saja dilakukan. Dengan kekuatan tentara dan mata-mata, ia menghancurkan potensi-potensi ancaman. Bahkan membunuh dan membakar, adalah hal yang lumrah, semua dilakukan tanpa peri kemanusiaan. Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 49, menggambarkan kekejaman Firaun terhadap potensi ancaman terhadap kekuasaannya.

Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu.

Kekuasaan Firaun didukung oleh Menteri Haman dan Pengusaha Qarun , mereka adalah penguasa yang mengendalikan politik, birokrasi, militer, dan ekonomi. Nabi Musa AS diutus untuk mengingatkan mereka :

“Dan sesungguhnya telah Kami utus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata, kepada Firaun, Haman, dan Qarun; maka mereka berkata, “(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta.” (QS Ghafir 23-24).

Haman, adalah seorang Menteri Firaun dan hidup sezaman dengan Nabi Musa AS. Ia bertugas membantu Firaun dalam melaksanakan segala perintahnya, seperti membuat bangunan yang tinggi. Dan, Haman adalah sekutu Firaun dalam melanggengkan kekuasaannya.

“Dan, berkata Firaun, ‘Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, yaitu pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta’.” (QS Almu’min: 36-37).

Sebagai seorang menteri yang sangat berkuasa, Haman menjalankan semua perintah Firaun tanpa mempertimbangkan nalar dan akal sehat. Menteri ABS (asal bapak senang) ini juga menjalankan perintah Firaun untuk membunuh bayi laki-laki yang lahir. Bayi yang menurut tim Haman (tukang sihir dan ahli nujum) berpotensi akan menumbangkan kekuasaan dan menggantikan Firaun sebagai penguasa Mesir. Paranoia!

Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu. (QS Al-Baqarah – 49)

Kekuasaan Firaun juga didukung oleh kekuatan kapital, yaitu Qarun. Pengusaha tajir mlintir yang memiliki kekayaan yang luar biasa. Sampai sekarangpun sering disebut istilah “harta Qarun”  untuk harta temuan. Kekayaan Qarun digambarkan sangat luar biasa, sehingga kunci gudang hartanya harus dibawa oleh beberapa orang yang kuat.

“Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”. (QS Al-Qashash : 76). ‘

Qarun ini merapat ke rezim Firaun untuk bisa melanggengkan kerajaan bisnisnya dan mendapatkan previlege (hak istimewa). Dan bagi Firaun kekayaan Qarun dipergunakan untuk menjalankan semua keinginannya tanpa batas dengan kekuatan harta melimpah untuk melawan Nabi Musa AS. Kolaborasi Penguasa dan Pengusaha ini membuat Firaun jadi seorang tiran .

Kekuasaan Firaun nyaris tanpa batas, militer, birokrat, politisi, dan pengusaha ada dalam genggamannya. Tak ada satupun yang berani melakukan kritik terhadap kebijakannya. Para pengritik akan menerima hukuman tanpa pengadilan, dipenjara atau dibunuh. Bahkan Firaun menabalkan dirinya sebagai Tuhan sekalian alam, yang bisa menentukan hidup dan mati seseorang.

Fir’aun berkata, “Aku adalah rabb kalian yang paling tinggi”. (QS An Nazi’at – 24).

Sebagai seorang penguasa tunggal Mesir, Firaun sangat membenci dan memusuhi Nabi Musa AS. Berbagai cara ia lakukan untuk melemahkan pengaruh ajaran Nabi Musa AS. Ia menggunakan intelektual-intelektual penjilat serta tukang-tukang sihir untuk merendahkan Allah SWT,  Tuhan yang menurunkan wahyu kepada Nabi Musa AS.

Dan berkata Fir’aun: “Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta”.” (QS. Al Qashash – 38)

Semua kezaliman kekuasaan Firaun akhirnya dihentikan oleh Allah SWT. Saat Firaun bala tentaranya mengejar dan berniat untuk membunuh Nabi Musa AS dan para pengikutnya. Allah SWT menenggelamkan Firaun dan bala tentaranya di dalam keganasan laut. Allah SWT berkuasa atas segala sesuatu, tak kekuatan selain kekuatan Allah SWT. La haula wala quwwata ill billah.

“Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.” (QS An Naml – 14)

Tak ada satu kekuasaan melebihi kekuasaan Allah SWT, semua yang ada di bumi dan di langit ada dalam kontrol dan kekuasaanNya. Dialah yang Tuhan Yang Maha Berkuasa, Maha Pencipta, dan Tuhan yang harus dipatuhi dan disembah oleh seluruh alam.

Wallahu A’lam.

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply