E-book Gratis Legal: Traveling Tanpa Mahram

Sangat banyak di antara kita menyaksikan ada ratusan ribu bahkan jutaan para wanita Indonesia yang bekerja di Saudi Arabia. Mereka bukan hanya berkunjung 9 hari untuk umrah atau 40 hari untuk haji. Mereka tinggal dan menetap di negeri orang selama bertahun-tahun. Kontrak kerja mereka umumnya minimal 2 tahun, dimana setelah itu biasanya diperpanjang lagi hingga bisa puluhan tahun. Namun tak satu pun dari mereka yang ditemani mahramnya. Mereka jadi sebatang kara’ di negeri orang, tanpa suami, anak, saudara bahkan kerabat. Lebih dari itu, di Saudi Arabia atau di Mesir banyak kita temukan pelajar putri atau mahasiswi dari berbagai negara, yang sedang menuntut ilmu. Mereka tidak ada yang ditemani mahram juga. Padahal setidaknya untuk sampai selesai kuliah menghabiskan 4 tahun lamanya.

Perbandingan Hadits yang MEMBOLEHKAN dan yang MELARANG

Dari Adiy bin Hatim berkata, “Ketika aku sedang bersama Nabi SAW tiba-tiba ada seorang laki-laki mendatangi beliau mengeluhkan kefakirannya, kemudian ada lagi seorang laki-laki yang mendatangi beliau mengeluhkan para perampok jalanan”. Maka beliau berkata,“Wahai Adiy, apakah kamu pernah melihat negeri Al Hirah?” Aku jawab, “Belum pernah Aku melihatnya namun Aku pernah mendengar beritanya”. Beliau berkata, “Seandainya kamu diberi umur panjang, kamu pasti akan melihat seorang wanita yang mengendarai kendaraan berjalan dari Hirah hingga melakukan tawaf di Ka’bah tanpa takut kepada siapapun kecuali kepada Allah”. (HR. Al Bukhari)

Hadits Adi bin Hatim yang terdalam Shahih Bukhari di atas itu sebenarnya masih ada kelanjutannya, dimana Adi kemudian membuat pernyataan sebagai berikut: “Akhirnya Aku melihat seorang wanita bepergian sendirian dari Hirah hingga tawaf ke Baitullah. Dia tidak merasa takut kepada apapun kecuali hanya kepada Allah SWT. Dan Aku termasuk yang mendapatkan kekayaan Kisra bin Hurmuz.” (HR. Al Bukhari)

Dari Ibnu Umar radhiyallahuanhu bahwa Nabi SAW bersabda, ”Janganlah seorang wanita bepergian selama tiga hari kecuali bersama mahramnya.”

HR. Al Bukhari dan Muslim

Dari Abi Said al-Khudri radhiyallahuanhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Tidak halal dari wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk bepergian tiga hari atau lebih, kecuali ditemani oleh ayahnya, saudaranya, suaminya, anaknya atau mahramnya.

HR. At-Tirmizy dan Ibnu Majah

Agar lebih yakin dalam beramal baca selengkapnya, download klik di sini.

Judul: Traveling Tanpa Mahram
Penulis: Aini Aryani, Lc
Terbit: 29 Januari 2019
Penerbit: Rumah Fiqih Publishing
Halaman: 48
Legalitas: Waqaf/Gratis

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply