Suara Wanita Auratkah?

Al Quran Al Mujadalah: 1
“Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah, dan Allah mendengar percakapan antara kamu berdua.

Dari Ibnu Abbas, bahwa ada seorang wanita dari Juhainah datang kepada Rasulullah SAW, lalu berkata: “Sesungguhnya ibuku telah bernadzar untuk pergi haji, tetapi dia meninggal sebelum berangkat haji, apakah saya bisa berhaji atas nama ibu saya?” Beliau bersabda: “Ya, berhajilah untuknya, apa pendapatmu jika ibumu punya hutang? Bayarlah hutang kepada Allah, sebab hutang kepada Allah lebih layak untuk ditunaikan.”

HR. Al Bukhari no: 1852

Secara bahasa suara adalah bunyi. Menurut istilah suara adalah apa-apa yang keluar dari mulut berupa bunyi yang membentuk suatu perkataan. Islam sangat memuliakan wanita, sehingga ada beberapa syariat yang hanya dikhususkan bagi seorang wanita. Seperti halnya dalam masalah haidh, nifas, istihadhoh, aurat dan lain sebagainya.
Aurat wanita pada dasarnya adalah seluruh bagian tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan menurut jumhur ulama. Walaupun dalam Mazhab Al-Hanafiyah berpendapat bahwa telapak kaki bukanlah aurat. Dalam hal ini jelas sekali bahwa ulama tidak menyebutkan suara wanita sebagai aurat.

Jumhur ulama sepakat bahwa suara wanita itu bukan aurat. Sehingga laki-laki asing yang bukan mahramnya boleh mendengar suara seorang wanita dewasa. Sehingga mendengar wanita berbicara atau bersuara, tidaklah termasuk hal yang terlarang dalam Islam.

Syaikh Dr. Wahbah Zuhaili Hafizhahullah berpendapat bahwa suara wanita menurut jumhur ulama bukanlah aurat, karena para sahabat Nabi mendengarkan suara para istri Nabi SAW untuk mempelajari hukum-hukum agama, tetapi diharamkan mendengarkan suara wanita yang disuarakan dengan melagukan dan mengeraskannya, walaupun dalam membaca Al Quran, dengan sebab khawatir timbul fitnah.

Baca selengkapnya, download klik di sini.

Judul: Suara Wanita Auratkah?
Penulis: Nur Azizah Pulungan, Lc
Terbit: 27 Desember 2018
Penerbit: Rumah Fiqih Publishing
Halaman: 20
Legalitas: Waqaf/Gratis

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply