Mengaji Kepada Ustadz Google

Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.

(QS. An Nahl: 43)

Seringkali orang keliru menjadikan Google sebagai tolok ukur kebenaran. Caranya dengan melihat jumlah hasil apa yang ditampilkan Google ketika suatu masalah dicari. Padahal kebenaran itu tidak pernah diukur berdasarkan jumlah suara, sebab kebenaran tidak sama dengan demokrasi.

Ustadz Google tidak pernah peduli. Pokoknya tugasnya hanya mencari, benar atau keliru, masuk akal atau tidak, sopan atau bejat, Ustadz Google tidak pernah bisa membedakannya.

Ahmad Sarwat, Lc.,MA

Dalam dunia nyata, mustahil orang yang baru masuk Islam kemarin sore, tiba-tiba di pagi hari sudah jadi ulama besar, lalu berani menghalalkan ini dan mengharamkan itu. Tetapi di dunia maya, orang yang bahkan tidak pernah belajar ilmu syariah dengan benar, cuma baca-baca buku terjemahan, atau download-download tulisan entah siapa, tiba-tiba menampakkan diri menjadi mufti agung, yang fatwanya ma’shum tidak pernah salah. Dan sayangnya, sosok-sosok semacam ini di Google jumlahnya cukup banyak, bahkan mendominasi, atau lebih tepatnya isinya memang model-model seperti ini semua.

Baca selengkapnya, download klik di sini.

Judul: Mengaji Kepada Ustadz Google
Penulis: Ahmad Sarwat, Lc.,MA
Terbit: 11 Oktober 2018
Penerbit: Rumah Fiqih Publishing
Halaman: 40
Legalitas: Waqaf/Gratis

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply