Halal Haram Dropshipping

Dropshipping adalah suatu sistem jual beli dimana penjual menjual produk yang tidak dimiliki dan tidak memiliki persediaanya (stok barang). Penjual hanya bermodalkan sampel (contoh) dari barang milik supplier, biasanya berupa foto, yang kemudian dipasarkan kepada konsumen melalui medai sosial atau toko online, jika terjual maka penjual membeli barang dari supplier dengan meminta tolong kepada supplier untuk mengirimkan barangnya dengan atas nama penjual.

Sumber : Halal Haram Dropshipping-Muhammad Abdul Wahab Lc.

Dropship mirip dengan metode penjualan secara eceran, tetapi pihak pengecer yang tidak perlu menyimpan atau memiliki produk secara fisik. Pengecer tersebut yang kemudian disebut sebagai dropshiper (reseller dropship) bekerjasama dengan supplier yang akan memasok produk yang dijual oleh pihak dropshiper. Pihak supplier nantinya yang akan mengirim langsung kepada pembeli.

Mekanisme ini memang diminati oleh kalangan yang baru memulai usaha tapi terbatas dalam hal pengalaman dan minim modal, karena tidak perlu menggunakan modal besar dan risiko dalam sistem dropshipping ini relatif sangat kecil.

Dari Hakim bin Hizam r.a., “Aku berkata”, “Ya Rasulallah SAW seseorang datang kepadaku meminta kepadaku untuk menjualkan barang yang tidak ada padaku, apakah aku boleh melakukan jual-beli itu kemudian baru aku beli barangnya di pasar?”, Rasulallah SAW berkata, “Janganlah kau jual barang yang tidak ada padamu.”

(H.R. Tirmidzi, Abu Daud, Nasai, Ibnu Majah).

Dari hadis di atas secara sepintas kita bisa memahami bahwa menjual barang yang belum dimiliki hukumnya haram. Karena Nabi secara tegas melarang hal tersebut. Akan tetapi ternyata para ulama tidak sesimpel itu dalam memahami hadis. Tidak mentang-mentang Nabi melarang kemudian mengatakan semuanya haram.

Apa saat Pendapat Ulama? Baca selengkapnya, download klik di sini.

Judul: Halal haram Dropshipping
Penulis: Muhammad Abdul Wahab, Lc.
Terbit: 14 November 2018
Penerbit: Rumah Fiqih Publishing
Halaman: 24
Legalitas: Waqaf/Gratis

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply