Gharar dalam Transaksi Modern

Al Quran: An-Nisa ayat 29

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan harta-harta kalian di antara kalian dengan cara yang batil, kecuali dengan perdagangan yang kalian saling ridha. Dan janganlah kalian membunuh diri-diri kalian, sesungguhnya Allah itu Maha Kasih Sayang kepada kalian.

Ayat di atas tidak secara tegas melarang jual-beli gharar. Akan tetapi ada dua poin terkandung dalam ayat tersebut yang mengarah kepada haramnya gharar.

  • Poin pertama, Allah SWT melarang memakan harta orang lain secara batil. Para ulama menjelaskan yang dimaksud dengan batil di sini di antaranya adalah transaksi-transaksi yang dilarang seperti mencuri, riba, judi, dan gharar.
  • Poin kedua, pada ayat di atas juga tersirat adanya kewajiban menghadirkan unsur saling ridha dalam jual-beli. Sedangkan gharar menghilangkan unsur saling ridha tersebut, sebab gharar menimbulkan potensi adanya pihak yang merasa dirugikan. Sehingga gharar termasuk jual-beli yang terlarang.

Menarik untuk mencermati praktik gharar dalam jual-beli modern. Sebab jual-beli di masa sekarang ini, di mana semua serba online dan didukung dengan teknologi mutakhir yang memunculkan jenis-jenis transaksi yang semakin kompleks sehingga potensi gharar yang terjadi pun semakin besar.

Dulu orang-orang melakukan jual-beli harus bertemu langsung. Pembeli mendatangi penjual di pasar, atau penjual berkeliling menjajakan barang dagangannya ke kampung-kampung. Kegiatan jual-beli berlangsung sederhana. Penjual menawarkan barangnya kepada pembeli, pembeli melihat barangnya, kalau cocok terjadilah tawar-menawar.

Uang dibayar, barang diserahkan dan selesai. Pembeli dan penjual pun sama-sama senang. Tidak banyak potensi gharar dalam jual-beli yang sederhana seperti itu. Sebab semua serba simpel dan jelas. Barangnya bisa dilihat, uangnya nyata, harga bisa nego, bahkan bisa kas bon.

Tetapi beda halnya kalau kita bicara model transaksi zaman now. Semua based on technology. Satu sisi sangat membantu dan memudahkan, tapi di sisi lain kadang-kadang teknologi itu juga menimbulkan masalah.
Praktik gharar pun kerap menghantui transaksi-transaksi kekinian yang semakin kompleks dan didukung teknologi pintar yang terkadang melampaui kepintaran penggunanya.

Baca selengkapnya, download klik di sini.

Judul: Gharar dalam Transaksi Modern
Penulis: Muhammad Abdul Wahab, Lc.
Terbit: 22 Februari 2019
Penerbit: Rumah Fiqih Publishing
Halaman: 50
Legalitas: Waqaf/Gratis

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply