Indikator

Akhir tahun bagi banyak pekerja merupakan lembur dan lembur lagi untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan. Membuat laporan macam-macam dan mempersiapkan rencana-rencana untuk tahun depan. Untuk apa laporan? Katanya sih buat mengukur kinerja perusahaan selama satu tahun. Laporan itulah yang menjadi indikator (alat penanda) keberhasilan atau ketidak-berhasilan perusahaan selama satu tahun.

Indikator hampir selalu ada dalam kehidupan kita. Dirumah kita mempunyai indikator pengukur penggunaan listrik atau kita menyebutnya meteran listrik. Yang terkadang membuat kita meringis kalau ternyata penggunaan listriknya melonjak. Dipastikan seluruh anggota keluarga akan diinterogasi, siapa aja yang memboroskan penggunaan listrik. Ujung-ujungnya pasti tetap dibayar bila tak ingin berlilin-ria  karena diputus PLN.

Kalau berkendara kita pasti hapal dengan indikator bahan bakar, alat ini akan sangat berharga pada penghujung bulan. Kadang-kadang  berharap kendaraan dipinjam teman dan dikembalikan dengan posisi meter dalam keadaan F (full). Berarti selamatlah untuk beberapa hari tanpa datang ke pom bensin.

Kalau bursa melemah dan nilai tukar anjlok berarti merupakan indikator melemahnya pertumbuhan ekonomi. Begitulah kata pakar ekonomi. Bagi kita ekonomi akan melemah kalau manager rumah tangga dengan susah payah mengatur logistik dan mulai masak seadanya, berarti itu indikator cadangan devisa rumah tangga mulai menipis.

Pasca Ramadhan ini marilah  kita jenguk indikator Iman kita. Apakah ibadah  kita defisit atau surplus bila dibandingkan Bulan Ramadhan. Apakah dosa yang kita buat pasca ramadhan ini melebihi pahala yang kita setor? Apakah semua perbuatan baik kita sudah berbuah pahala? Karena kita melakukannya bukan karena Allah semata, tetapi karena kita ingin dianggap orang baik dan menampilkan di media-media sosial. Atau kita meninggalkan dosa karena takut dianggap orang tak beragama dan bukan semata-mata takut kepada Allah.


Mudah-mudahan Allah SWT menerima semua ibadah yang kita lakukan selama Ramadhan ini.

Syawal 1441 H

Artikel juga bisa dibaca di Kompasiana

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply