Ikhlas

Nabi Ayyub AS pernah diuji oleh Allah SWT dengan sebuah ujian yang luar biasa, kehilangan semua hartanya, anak, dan penyakit judzam (kusta atau lepra), Yang selamat pada dirinya hanyalah hati dan lisan yang beliau gunakan untuk banyak berdzikir pada Allah sehingga dirinya terus terjaga. Semua orang ketika itu menjauh dari Nabi Ayyub hingga ia mengasingkan diri di suatu tempat. Hanya istrinya sajalah yang mau menemani Ayyub atas perintahnya. Sampai istrinya pun merasa lelah hingga mempekerjakan orang lain untuk mengurus suaminya. (Rumasho)


Nabi Ayyub AS, menjalaninya dengan “Ikhlas” karena Allah tanpa mengeluh sedikitpun, zikir dan rasa syukur tak lepas dari ucapan dan hatinya. Nabi Ayyub AS, selalu meyakini bahwa Allah SWT tak akan memberi sebuah ujian kecuali kita mampu menjalaninya. Allah SWT menanamkan keyakinan itu karena beliau Ikhlas karena Allah SWT.

Ikhlas itu adalah menghendaki keridhaan Allah dalam suatu amal, membersihkannya dari segala individu maupun duniawi dalam hal beribadah. Menerima semua taqdir yang ditimpakan kepada diri, harta, dan keluarga, baik beruba rezki maupun ujian. Nabi Ayyub AS bisa kita teladani sebagai sebuah contoh.

Saat ini kita Bangsa Indonesia mengalami sebuah ujian yang luar biasa, virus Covid-19 virus yang sangat berbahaya. Sudah menjadi suatu wabah pandemi saat ini sudah menjangkiti ratusan negara, jutaan orang sudah terpapar, dan merenggut ratusan ribu jiwa manusia. Virus ini bisa menjangkiti  siapa saja tanpa memandang jabatan, kekayaan, jenis kelamin, usia, dan profesi. Semua negara yang terjangkit virus ini terpukul telak secara ekonomi, sosial, maupun politik. Sampai saat ini masih dicari obat yang secara efektif membasmi virus ini.

Tenaga Kesehatan, dokter, paramedis, ahli Kesehatan, dan pemerintah berusaha keras menyelamatkan korban Covid-19 , menhentikan mata rantai penularan, mengobati mereka yang sudah terpapar, dan menggelontorkan dana yang sangat banyak hingga trilyunan rupiah.

Apa yang bisa dikakukan oleh masyarakat saat ini? Ikhlas, sabar, dan bergotong royong bahu membahu meringankan beban rakyat, beban pemerintah, dan beban ekonomi.

Ikhlas dan Sabar melahirkan sikap yang penuh harap (optimis) atas usaha yang sudah dilakukan, inilah cara kita menghilangkan stres, serta rasa takut berlebihan. Berdoa jadi hal yang sangat penting, agar Allah mengangkat virus ini, dan mengembalikan kembali kondisi bangsa Indonesia seperti sediakala dan lebih baik lagi. La haula wala quwwata illa billahi.

Gotong-royong adalah sebuah jatidiri Bangsa Indonesia, dengan gotong-royong kita bisa berkontribusi meringankan kesulitan ekonomi, politik, dan sosial. Bangsa kita ini pernah sukses menggapai kemerdekaan dan terlepas dari penindasan penjajah sehingga merdeka seperti sekarang. Membantu orang tua, sanak saudara kita, tetangga, dan lingkungan, kita lakukan secara bergotong-royong. Bisa disalurkan kepada Lembaga-lembaga donor pemerintah maupun perorangan, secara ikhlas karena Allah SWT.

Sebagai orang yang beragama kita lantunkan doa-doa tulus dan penuh harapan kepada Allah SWT, agar ujian ini segera berakhir. Aamiin Ya Mujibassailin.

Marilah kita menjadi orang yang ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Aamiin

16 Ramadhan 1441 H

 Taqabbalallaahu minkum wa minkum wa minna, shiyama wa shiyamakum, Taqabbal Ya Karim. Selamat Merayakan Iidul Fitri 1441 H

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply