Ada Kejunya?

Setelah bepergian jauh, Nasrudin tiba kembali di rumah. Istrinya menyambut dengan gembira : 

 “Aku punya sepotong keju untukmu,” kata istrinya.

 “Alhamdulillah,” puji Nasrudin, “Aku suka keju. Keju itu baik untuk kesehatan perut.”

 Tidak lama Nasrudin kembali pergi. Ketika ia kembali, istrinya menyambutnya dengan gembira juga.

“Adakah keju untukku ?” tanya Nasrudin.

 “Tidak ada lagi,” kata istrinya.

 Kata Nasrudin, “Yah, tidak apa-apa. Lagipula keju itu tidak baik bagi kesehatan gigi.”

 “Jadi mana yang benar ?” kata istri Nasrudin bertanya-tanya, “Keju itu baik untuk perut atau tidak baik untuk gigi ?”

 “Itu tergantung,” sambut Nasrudin, “Tergantung apakah kejunya ada atau tidak.” (Dikutip dari buku “360 Cerita Jenaka Nasruddin Hoja)

Suatu kali, Letnan Jendral (Purn) Prabowo Subianto berpidato tentang “penderitaan rakyat, harapan rakyat akan negara yang adil dan telah menjadi bahagian dari saya” pada Simposium ‘Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019’ di hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa 14 Mei 2019. Dengan bersemangat ia mengatakan :

“Tapi setelah saya keliling dan melihat dan pegang tangan dan rasakan getaran mereka, penderitaan rakyat, harapan rakyat akan suatu negara yang adil itu telah menjadi bagian dari diri saya. Karena itu tidak mungkin saya meninggalkan rakyat Indonesia. Saya akan timbul dan saya akan tenggelam bersama rakyat Indonesia,”  (RadarNonstop)

Rabu, 26 November 2018, Prabowo mengritik Jokowi “inkonsisten” hal ini dia ungkapkan  usai memberikan pidato dengan judul “The Path Ahead for Indonesia” di IEF Hotel Shangri-La, Karet, Jakarta Selatan :

“Saya bingung, hari ini bilang A, besok bilang dengan hal beda” ( Tempo )

Pasca Pencoblosan Pilpres 2019, Prabowo menolak bertemu dengan utusan Jokowi, saat itu Ketua BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo-Sandiaga secara tegas mengatakan tetap setia bersama kita (pendukungnya). Prabowo bahwa meyakini dia terpilih sebagai Presiden RI untuk periode 2019-2024. Bahkan Prabowo melakukan deklarasi kemenangan sebanyak 4 kali berdasarkan hasil perhitungan internal BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo-Sandiaga Uno. ( kumparan ) 

Penolakan Prabowo atas ajakan bertemu  Jokowi, akhirnya “luntur” .  Prabowo mernerima “ajakan” Jokowi bertemu dan berbincang-bincang di MRT.

Ada Kejunya?

Sabtu, 13 Juli 2019, Prabowo  bertemu dengan Jokowi di MRT di Statsiun MRT Lebak Bulus, Prabowo senyum “sumrigah” dengan baju putih sama seperti yang dikenakan Jokowi. Sesampai di Stasiun MRT Senayan, Prabowo dan Jokowi makan siang Bersama di Pusat Perbelanjaan Senayan.

 Rumor pun beredar, bahwa telah telah terjadi deal-deal politik antara Prabowo dan Jokowi. Namun rumor tersebut dibantah petinggi parpol Prabowo (Gerindra)  Andre Rosiade, “tak ada deal-deal”politik dan bagi-bagi kursi menteri” (idntimes )

Di beranda depan Istana Merdeka, Rabu pagi, 23 Oktober 2019, Jokowi mengumumkan susunan Kabinet Jokowi “Jilid Dua” , Prabowo Subianto diangkat dan diperkenalkan sebagai Menteri Pertahanan dan Eddy Prabowo  sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. 

Setelah 6 bulan menjabat Menteri Pertahanan, Kamis 23 April 2020, Prabowo menyampaikan “pujian ” kepada Jokowi : 

“Selama saya menjadi bagian kabinet beliau (Jokowi), saya bersaksi bahwa beliau terus berjuang demi kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia” (kompasTV )

“Ada kejunya? Ada, 2 kursi Menteri”

3 Syawal 1441 H

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply