Berbuat Baik Dapat Mendatangkan Kebahagiaan

Keindahan adalah namanya, kebaikan adalah pakaiannya, dan kenikmatan adalah makanannya. Manusia pertama kali dapat merasakan kebahagian adalah saat mereka diberkaihi keberuntungan semacam itu.

Kebahagian adalah rasa yang ada dalam sanubari manusia, terpatri dalam jiwa, akhlak dan batin mereka. Dengan demikian, mereka akan mendapatkan kelapangan, ketenangan dan ketentraman hati.

Perbuatan baik itu bagaikan minyak misik yang bermanfaat bagi pembawa, penjual dan pembelinya. Kebiasaan berbuat baik itu bagaikan obat mujarab yang tersimpat di apotik. ia akan selalu memakmurkan hati mereka dengan kebaikan pula.

Apabila kita sedang diliputi oleh perasaan gelisah atau tertimpa kesedihan, maka berbuat baiklah kepada orang lain. Dengan demikian, engkau akan menemukan kemudahan dan mendapatkan kedamaian. santunilah orang fakir, tolonglah orang teraniaya, bebaskanlah orang yang menderita, beri makanlah orang yang lapar, jenguklah orang sakit dan tolonglah orang yang kena musibah, maka engkau akan merasakan bahwa kebahagian dan keberuntungan selalu menyertaimu dari depan maupun belakang.

Menebarkan senyum saja kepada kepada orang lain merupakan akhlak mulia yang diajarkan oleh Baginda Rasulullah SAW, sebagaimana pesan Baginda Nabi dalam Hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmizi (Lafaz Arab lengkap dengan sanadnya bisa dibaca disini DorarNet )

Senyum terhadap saudaramu adalah sedekah. Engkau memerintahkan kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Engkau menunjukkan kepada seseorang jalan di wilayah yang dia tidak ketahui adalah sedekah. Engkau membantu memberikan petunjuk kepada orang yang penglihatannya buruk adalah sedekah. Engkau memindahkan batu, duri, atau tulang dari jalanan itu sedekah. Engkau memenuhi air di tempayan saudaramu dengan air dari tempayanmu itu sedekah. (Bincang Syariah)

Bila kita menyayangi sesama makhluk ciptaan Allah SWT maka Allah SWT akan mencurahkan kasih-sayangNya. Kasih sayang Allah SWT adalah sesuatu yang sangat didamba-dambakan.

Wahai orang-orang yang diancam oleh himpitan kesengsaraan, kecemasan dan ketakutan, marilah kita menuju taman kebaikan. Sibukkanlah diri kalian dengan berbuat baik kepada orang lain; baik dengan suatu pemberian, penghormatan, penghiburan, dan pertolongan. Dengan demikian, kalian akan mendapatkan kebahagian berupa makanan yang beraneka warna dan ras. 

“Padahal tidak ada seorang pun memberika suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi(dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Allah Yang Mahatinggi. Dan Kelak dia benar-benar mendapatkan kepuasan.” (QS. Al-Lail:19-21)

Note : Artikel Pernah ditayangkan di Blog Penulis LaTahzan, 22 Desember 2006. Artikel ini ditulis ulang dengan beberapa perbaikan judul, redaksional, dan isi. (Pen)

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply