Benarkah PKI Akan Bangkit? (Part I)

Beberapa hari ini cukup viral di media, baik media Mainstream maupun media sosial tentang ancaman kebangkitan Partai Komunis Indonesia, PKI. (Baca Tentang PKI : Jurnal Artefak, Universitas Galuh).

Kontroversi tentang ini diaransemen berbagai kalangan, politisi, kelompok, organisasi dan orang-orang yang merasakan adanya ancaman tersebut. Di kanal media-media sosial banyak “diviralkan” tentang kondisi negara sudah sangat genting, dengan bumbu yang beraneka ragam sesuai dengan selera.

Apa itu merupakan fakta atau hanya persepsi?

fakta/fak·ta/ n hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi (KBBI-Kamus Bahasa Besar Bahasa Indonesia)

per.sep.si /pêrsèpsi/ 

1. tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan:perlu diteliti — masyarakat terhadap alasan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak

2. proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya

Sumber : KBBI Daring

  1. rasa garam itu asin – fakta – 2. garam itu enak – persepsi

Garam itu asin, adalah fakta sesuai dengan yang dirasakan lidah, Garam itu enak, adalah persepsi orang yang menyukai garam, karena enak adalah respon atau tanggapan setelah mencicipi garam.

Jadi, fakta dan persepsi adalah 2 hal yang berbeda.

Pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 .

PKI (Partai Komunis Indonesia), melakukan pemberontakan pertama kali pasca berdirinya NKRI pada tahun 1948, dibawah pimpinan Musso atau Paul Mussotte, bernama lengkap Muso Munawar atau Munawar Muso (Sumber : Wikipedia) Seorang Stalinisme (pengagum Stalin) , dan cenderung berafiliasi ke PKI Uni Sovyet. Sebagian orang menyebutnya Poros Moskow, karena mendapatkan dukungan Uni Sovyet lewat Stalin.

Saat tokoh Masyumi Abu Hanifah berkunjung kepada Hatta :

Saya bingung, kacau dan terkejut. Saya sungguh tidak percaya. satu-satunya penjelasan yang bisa ditarik Abu. Saya hanya takut hal itu terjadi karena ambisinya yang siap berkompromi dengan setan sekalipun. Dan setan itu adalah Stalinisme atau yang sedikit abstrak, Moeso (Harry Poeze, Madiun 1948: PKI Bergerak hal. 59-60)

Suatu kali Soekarno berkata kepada Musso :

‘ Lho, kok masih awet muda?’

Djawab Pak Musso: “O, ja. Tentu sadja. Ini memang semangat Moskow, semangat Moskow selamanja muda” (Harry Poeze, Madiun 1948: PKI Bergerak hal. 38)

Tentang pemberontakan PKI Madiun, diceritakan oleh Harjo Mariyun, Pensiunan Pegawai Negeri Depdikbud, korban yang lolos dari kebiadaban PKI kepada Majalah Senakata No. 13, Januari 1992 yang diterbitkan oleh Pusat Sejarah dan Tradisi ABRI (sekarang TNI) :

“Hampir setiap malam terjadi perampokan. Orang-orang PKI merampok apa aja, ya sapi, kambing, kuda, dan lain-lain” ujarnya mengenang.

Pada bagian lain Mariyun menuturkan :

Pola Keganasan dan Kekejaman PKI di Karesidenan Madiun serupa. Biasanya korban didatangi secara bergerombolan. Mereka mengepung tempat tinggal korban. Senjata yang dibawapun macam-macam. Ada yang bawa clurit, klewang, pedang, parang, pentung/gada, pistol dan senjata panjang.

Nanti kita lanjutkan ke Part 2.

Terima kasih sudah membaca.

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply