Benarkah Lomba 17 Agustus itu Judi Terselubung?

Sebagai pribadi muslim, kita tahu bahwa Allah SWT melarang siapa pun hambanya untuk memperoleh harta dengan cara yang diharamkan. Karena hal tersebut merupakan tindak kezaliman. Praktik yang seperti ini, dalam artian memperoleh harta dengan cara yang haram sangat banyak. Salah satunya adalah judi. Praktik ini memang sudah ada sejak lama bahkan sebelum datangnya islam.

Di masa jahiliyah, khususnya, praktik judi sangat marak dilakukan di zaman itu, bahkan oleh sahabat-sahabat nabi SAW, yang tentunya ketika mereka belum beriman sekaligus belum diharamkan. Karena kita tahu, bahwa Allah SWT pun di awal-awal kedatangan Islam masih mengizinkan berlangsungnya praktik-praktik perjudian bahkan mengakui bahwa dalam perjudian ada kemanfaatan atau keuntungan bagi para pelakunya.

Namun kemudian judi yang sempat diizinkan, Allah SWT larang dengan tegas dan menyebutnya bahwa itu termasuk perbuatan syetan.

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. al-Maidah : 90)

Ayat larangan ini turun 14 abad yang lalu. Berarti sudah seharusnya kita wajib menjauhi dan meninggalkan praktik-praktik perjudian. Tapi sayang, masih saja ada oknum-oknum yang masih berani berjudi.

Dan yang lebih disayangkan lagi, ternyata banyak kaum muslimin yang belum paham soal apa dan bagaimana suatu hal bisa dihukumkan judi. Oleh karenanya, banyak kita melihat dan dapati, masyarakat muslim melakukan banyak kegiatan dan aktifitas yang menurut mereka bukan dan jauh dari unsur praktik perjudian, tapi ketika diteliti lagi ternyata semua itu termasuk ke dalam praktik perjudian.

Pada surat al-Baqarah, jelas sekali Allah menyebutkan bahwa dalam judi terdapat dosa yang besar, sekalipun juga mengakui bahwa ada manfaat juga, namun dosa yang timbul atau madharratnya jauh lebih besar ketimbang manfaatnya. Terlebih di dalam surat al-Maidah Allah mengatakan bahwa judi adalah rijsun min amal asysyaithon, yang kalau kita terjemahkan ke dalam bahasa kita sehari-hari berarti judi itu perbuatan jelek, jorok, jahat dan merupakan perbuatan syetan. [Majmu al-Fatāwā]

“Dari Sulaiman bin Buraidah, dari ayahnya, bahwa Nabi SAW bersabda: Barang siapa bermain judi (dengan dadu) maka dia seolah telah mencelupkan tangannya ke dalam daging babi dan darahnya HR. Muslim.

Baca selengkapnya, download klik di sini.

Judul: Judi Terselubung
Penulis: Luky Nugroho, Lc.
Terbit: 2018
Penerbit: Rumah Fiqih Publishing
Halaman: 31
Legalitas: Waqaf/Gratis

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply