Belajar dari Nabi Muhammad SAW

Pesona Tanpa Batas

Menyelami kepribadian Rasulullah SAW bagaikan menyelami samudera tak bertepi, sosok yang memiliki keindahan dan pesona tanpa batas. Muhammad SAW adalah anugerah terindah bagi semesta yang diberikan oleh Sang Pencipta. Pribadi yang begitu powerful, mengubah peradaban dan meninggalkan pengaruh yang sangat besar bagi dunia, hanya dalam waktu 23 tahun masa kerasulannya.

Para ahli sejarah, penulis dan orientalis tidak pernah melewatkan nama Muhammad, ajarannya, perjuangannya, kepemimpinannya, kepribadiannya bahkan kehidupan kesehariannya setiap kali mengutarakan pemikiran dan kajian tentang sejarah kebangkitan dari Timur. Banyak yang tak suka dan menentangnya, tapi tidak sedikit pula yang dengan jujur mengaguminya, mari kita simak beberapa kesan dan kekaguman tokoh-tokoh barat terhadap sosok Rasulullah Muhammad SAW.

Teladan yang Baik

Muhammad SAW adalah teladan yang baik dalam berbagai aspek kehidupan, dalam diri Muhammad SAW terdapat berbagai karakter dan sifat-sifat dahsyat serta mulia. Rasulullah Muhammad SAW memiliki kecerdasan yang lengkap, apapun teori kecerdasan yang dikemukakan oleh para ahli kecerdasan modern akan ditemukan pada diri Rasulullah SAW, baik itu berupa IQ, kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan spiritual (SQ), kecerdasan social (Social Intelligence), Adversity Quotient (AQ), dan sebagainya.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu” (QS. al-Ahzab:21).

Sayangnya, tidak jarang diantara kita yang memposisikan Rasulullah SAW terlalu melangit, tinggi, dan jauh di atas sehingga mendekati posisi dewa atau anak dewa. Akibatnya beliau menjadi “asing” bagi kita, dan seolah tidak bisa ditiru serta dijadikan suri tauladan lagi. Seolah-olah dimensi beliau menjadi berbeda dengan dimensi kita sebagai manusia biasa dan beliau sebagai “manusia langit”.

Pengasih & Penyayang

Wilayah kasih sayang Rasulullah SAW telah meluas keseluruh jiwa kaum muslimin dan muslimat, dimana beliau tidak hanya membatasi kasih sayang hanya pada manusia saja, tetapi juga mencakup kasih sayang kepada binatang, seperti yang dikisahkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah bersabda:

“Ketika seorang laki-laki sedang berjalan, dia merasakan kehausan yang sangat, lalu dia turun ke sumur dan minum. Ketika dia keluar, ternyata ada seekor anjing sedang menjulurkan lidah tanda kehausan. Dia berkata, ‘Anjing ini kehausan seperti diriku.’ Maka dia mengisi terumpahnya dengan air, kemudian air itu diberikannya kepada anjing itu sampai kenyang. Allah mensyukurinya dan mengampuninya.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah kita bisa meraih pahala atas kasih sayang yang diberikan kepada binatang?” Beliau menjawab, “Pada setiap hati yang basah terdapat pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari beberapa contoh cerita diatas Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam selalu menanamkan pada diri kaum muslim suatu rasa kasih sayang yang mendalam, kepada sesama manusia, kepada alam maupun kepada binatang sekalipun, maka apabila manusia mempunyai rasa kasih sayang kepada binatang maka dia akan mempunyai kasih sayang yang lebih kepada sesama manusia. Rasulullah SAW adalah simbol kasih sayang dan perdamaian bagi umat manusia, maka tidak ada alasan bagi kita tidak meneladaninya.

Download

Klik di Sini saja. Belajar Dari Nabi SAW

Penulis: Sonny Abi Kim

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply