Amalan bulan Dzulhijjah

Sebelum masuk bulan Dzulhijjah, ada baiknya kita rencanakan amal-amal ibadah yang khusus ada di bulan ini. Tentu selain amal ibadah rutin lainnya. Merencanakan kebaikan itu sendiri sudah menjadi amal baik. Bulan dzulhijjah Secara  bahasa, Dzulhijjah terdiri dari dua kata: Dzul [Arab], yang artinya pemilik dan Al Hijjah [Arab], yang artinya haji. Dinamakan bulan Dzulhijjah, karena orang Arab, sejak zaman jahiliyah, melakukan ibadah haji di bulan ini. Orang Arab melakukan ibadah haji sebagai bentuk pelestarian terhadap ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihissallam.

Bulan Dzulhijjah dari namanya saja sudah menggambarkan keistimewannya. Iya, bulan yang ada ibadah haji di dalamnya. Meski haji disebutkan dalam Al-Qur’an dengan bulan-bulan yang dimaklumi, tapi ibadah haji tak dianggap sah jika tidak dilakukan di bulan Dzulhijjah.

“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji…” (QS al-Baqarah: 197).

Dalam sebuah hadits shahih, disebutkan bahwa janji pahala haji adalah surga. Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu,

Rasulullah saw bersabda, “Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Ibadah Setara Pahala Haji

Ada tujuh amalan yang jika diamalkan bisa berpahala haji. Amalan ini ada yang ringan bahkan kita bisa melakukannya setiap waktu. Walau ringan, namun pahalanya sangat luar biasa.

  1. Umrah di bulan Ramadhan
  2. Berbakti Kepada Orang Tua
  3. Shalat Fardhu Jama’ah di Masjid
  4. Melakukan Shalat Isyraq
  5. Menghadiri Majelis Ilmu di Masjid
  6. Membaca Tasbih, Tahmid dan Takbir Setelah Shalat
  7. Bertekad untuk Berhaji

Puasa 9 Hari Pertama Dzulhijjah

Meski dalam Al-Qur’an disebutkan tentang keistimewaan 10 pertama malam bulan Dzulhijjah, tetapi untuk
puasanya yang disunnahkan hanya 9 hari saja. Adapun hari ke-10 bulan Dzulhijjah itu hari raya idul
adha, dimana hari itu dilarang untuk melakukan puasa. Larangan berpuasa pada hari tersebut berdasarkan
hadits berikut, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhum bahwa Rasulullah saw melarang dari puasa pada dua
hari: Idul Fithri dan Idul ‘Adha. (HR.Muslim).

Ada hadits yang mengindikasikan bahwa Nabi saw tidak puasa 9 hari pertama bulan Dzulhijjah. Hadits itu
adalah: “Saya tidak pernah melihat sama sekali Rasulullah ShallAllahu ‘alaihi wa sallam berpuasa di
sepuluh hari (pertama bulan Dzulhijjah)” (HR. Muslim 2/833).

Tapi dalam hadits yang diriwayatkan dari istri-istri Nabi saw disebutkan sebaliknya sebagai berikut;
Dari Hunaidah ibn Khalid, dari istrinya, dari istri-istri Nabi saw, mereka berkata, “Rasulullah saw
biasa berpuasa Sembilan hari di bulan Dzulhijjah, berpuasa di hari Asyura, berpuasa tiga hari di setiap
bulannya, puasa senin pertama dan juga hari kamis di setiap bulannya”. Hadits ini diriwayatkan oleh Abu
Dawud, Ahmad, dan Nasa’i. Ahmad dan Nasa’i menambahkan, “dan dua kamis. (HR.Abu Dawud 2/325).

Baca selengkapnya, download klik di sini.

Judul: Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah
Penulis: Hanif Luthfi, Lc., MA
Terbit: 17 Juli 2020
Penerbit: Rumah Fiqih Publishing
Halaman: 80
Legalitas: Waqaf/Gratis

Baca juga:
Halalkah Sembelihan Orang yang Sedang Junub?
Fiqih Qurban Perspektif Madzhab Syafi’iy
Bolehkah Menjual Harta Wakaf?

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply