Akad Hawalah; Fiqih Pengalihan Hutang

Salah satu permasalahan dalam muamalat adalah utang-piutang. Tidak sedikit orang yang terpaksa harus berhutang kepada orang lain demi mencukupi kebutuhan primernya sehari-hari. Namun tidak jarang juga, motif orang yang berhutang bukan karena dianya orang yang miskin. Justru dia mempunyai banyak harta, rumahnya ada dimana-mana, usahanya bertebaran di berbagai daerah, namun ternyata dia juga seorang yang mempunyai hutang. Artinya, permasalahan hutang ini merata terjadi berbagai kalangan. Bisa terjadi kepada mereka yang kondisi ekonominya pas-pasan, atau kondisinya kekurangan, atau justru malah berlebihan.

Nah, yang namanya berhutang itu hukumnya wajib mengembalikan sejumlah harta yang pernah dipinjamnya di kemudian waktu, kecuali jika pemberi pinjaman mengikhlaskan untuk tidak dikembalikan. Yang terkadang jadi masalah adalah slogan ’bisa minjam, tak bisa mengembalikan’. Dan kemudian muncul slogan balasan yang berbunyi,Minjemnya melas-melas, giliran bayarnya males-males’.

Bahkan yang lebih parah lagi, slogannya berbunyi,’Mau nagih hutang tapi penagihnya kek ngemis mau ngutang’. Maka dari itu, agar tidak terjadi kedzaliman yang dilakukan peminjam kepada orang yang meminjami, maka syariat islam memberikan jalan keluar berupa akad hawalah kepada mereka yang mempunyai hutang, namun tidak bisa membayarkannya karena faktor-faktor tertentu.

Dalil-dalil

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan secara umum tentang kebolehan melakukan hawalah, diantaranya:
”Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.” (QS. AlMaidah:2)
Dari ayat diatas dapat disimpulkan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyuruh kepada kita semua untuk
melakukan kebajikan dalam bentuk apapun dan perkara hawalah merupakan salah satu bentuk kebajikan.

“Menunda-nunda pembayaran hutang dari orang yang mampu membayarnya adalah perbuatan zalim. Dan apabila
(utang) salah seorang dari kamu dipindahkan penagihannya kepada orang lain yang mampu, hendaklah ia
menerima.” (HR. Ahmad dan Abi Syaibah)

Macam-Macam Hawalah

  • Hawalah Muqayyadah adalah sebuah istilah yang menerangkan bahwa skema pengalihan hutangnya terikat dengan sesuatu. Penjelasan: Tuan A menghutangi sejumlah uang kepada Tuan B, dan di sisi lain Tuan B juga menghutangi sejumlah uang kepada Tuan C.
  • Hawalah Muthlaqah adalah sebuah istilah yang menerangkan bahwa Tuan C sebagai orang yang menerima pengalihan hutang (Muhal ’Alaihi), tidak memiliki hutang kepada orang yang mengalihkan (Muhil). Penjelasan: Tuan B mempunyai sejumlah hutang kepada Tuan A, dan Tuan C adalah pihak yang sebenarnya tidak memiliki ikatan utang-piutang kepada Tuan B, dan Tuan A.

Hikmah Hawalah

Jaminan Atas Harta

Ketika orang meminjamkan hartanya kepada orang lain, dan ternyata orang yang berhutang tersebut tidak mampu untuk membayar, maka bukan berarti harta tersebut akan lenyap begitu saja. Dengan adanya akad hawalah ini, syariat islam memberikan solusi agar harta dari orang yang meminjamkan itu bisa kembali lagi ke tangannya, yaitu lewat perantara orang ketiga yang akan menanggung dan membayarkan hutang itu.

Membantu Kebutuhan Orang Lain

Dengan adanya akad hawalah ini, maka syariat islam memberikan peluang kepada orang yang mempunyai kemampuan finansial untuk membantu dua pihak: Orang yang mempunyai hutang akan terbantu oleh pihak ketiga (Muhal ’alaihi) yang akan menanggung hutangnya, karena melalui akad hawalah ini, maka yang tadinya mempunyai hutang, berubah seakan menjadi tidak punya hutang lagi. Begitu halnya dengan pihak ketiga (muhal ’alaihi), yang tadinya tidak mempunyai hutang kepada pihak pertama (Muhal), tapi melalui akad hawalah ini, maka dia jadi harus menaggung hutangnya pihak kedua (Muhil).

Orang yang menghutangi juga terbantu oleh pihak ketiga yang menanggung pelunasan hutang tersebut, karena dengan adanya akad hawalah ini, maka harta yang tadinya dihutangkan kepada Muhil (Orang yang berhutang) tidak jadi lenyap, tapi bisa kembali ke tangan Muhal lewat pihak ketiga yang membayarkan (Muhal ’Alaihi)

Mungkin akan muncul pertanyaan, Apa itu akad hawalah? Bagaimana ketentuan-ketentuannya? Dan berbagai
pertanyaan yang lainnya. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka buku kecil ini hadir untuk
menjelaskan sedikit tentang akad hawalah.

Baca selengkapnya, download klik di sini.

 

Judul: Akad Hawalah (Fiqih Pengalihan Hutang)
Penulis: Syafri Muhammad Noor, Lc
Terbit: 27 April 2019
Penerbit: Rumah Fiqih Publishing
Halaman: 31
Legalitas: Waqaf/Gratis

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply