Abu Nawas, Komisi 50%!

Pembawa kabar baik Raja biasanya mendapatkan hadiah. Abu Nawas memiliki kabar baik untuk Raja.

Gambar Abu Nawas dari : WikiPedia

Abu Nawas pergi ke untuk untuk menyampaikannya kabar kepada raja. Didepan gerbang masuk istana ia dihadang penjaga.

“Sampean mau kemana sampean?” tanya penjaga gerbang.
Abu Nawas menjawab “mau menghadap Raja!” ujarnya.
“Mau ngapain?”
“Mau menyampaikan kabar baik buat Raja.”
“Sampean boleh saja menemui Sultan tapi dengan syarat”
“Syaratnya apaan?”
“Syaratnya adalah kalau sampean dapat hadiah dari Raja 50% buat saya,

 

“Sejenak Abu Nawas berfikir, lantas sambil tersenyum ia menjawab, “oke kita bagi 50%-50%”

 

Sesampainya didepan Raja, Abu Nawas menceritakan kabar baik, beliau kelihatan gembira mendengar cerita Abu Nawas.

“Pilih sendiri, hadiah apa yang kau inginkan,”katanya.
50 (lima puluh) cambukan,” jawab Abu Nawas.

Usai dicambuk Abu Nawas keluar istana. Ketika sampai di depan pintu gerbang istana, ia dicegat oleh penjaga.
“Hai Abu Nawas! ketika hendak masuk ke stana ini kita telah mengadakan perjanjian. Masak kau lupa pada janjimu itu?

” Jika engkau diberi hadiah oleh Baginda maka engkau berkata: Aku bagi dua; engkau satu bagian, aku satu bagian. Nah, sekarang mana bagianku itu?”

“Hai penjaga pintu gerbang, apakah kau benar-benar menginginkan hadiah
Baginda yang diberikan kepada tadi?”
“lya, tentu itu kan sudah merupakan perjanjian kita?”
“Baik, aku berikan 50% hadiah yang kuterima dari Sultan!”
“Wah ternyata kau baik hati Abu Nawas. Memang harusnya begitu kalau kita bekerja-sama.

Tanpa banyak cakap lagi Abu Nawas mengambil sepotong kayu, dan digunakan untuk memukul. Penjaga mendapat komisi 50% dari pukulan yang diterima Abu Nawas, 25 pukulan.

Tentu sang penjaga menjerit-jerit kesakitan dan menganggap Abu Nawas telah menjadi gila dan mengadukan kelakuan Abu Nawas itu kepada Sultan.
“Ya, Tuanku Raja, ampun beribu ampun. Hamba datang kemari mengadukan Abu Nawas yang telah memukul hamba sebanyak dua puluh lima kali tanpa suatu kesalahan”.

Hamba mohom keadilan dari Tuanku Baginda.”
Baginda segera memerintahkan pengawal untuk memanggil Abu Nawas.

Setelah Abu Nawas berada di hadapan Baginda ia ditanya:

“Hai Abu Nawas! Benarkah kau telah memukuli penunggu pintu gerbang kota ini sebanyak dua puluh lima kali
pukulan?”
Berkata Abu Nawas,”Ampun Tuanku, hamba melakukannya karena sudah sepatutnya dia menerima pukulan itu.”
“Apa maksudmu? Coba kau jelaskan sebab musababnya kau memukuli orang itu?” tanya Baginda.
“Tuanku,”kata Abu Nawas.”Hamba dan penunggu pintu gerbang ini telah
mengadakan kerja-sama bahwa jika hamba diberi hadiah oleh Baginda maka hadiah tersebut akan dibagi dua. 50% untuk penjaga dan 50% lagi bagian untuk hamba.

“Nah pagi tadi hamba menerima hadiah lima puluh kali pukulan, maka saya berikan pula hadiah dua puluh lima kali pukulan kepadanya sesuai dengan kesepakatan.”
“Hai penunggu pintu gerbang, benarkah kau telah mengadakan kerja-sama seperti itu dengan Abu Nawas?” tanya Baginda.
“Benar Tuanku,”jawab penunggu pintu gerbang.
“Tapi hamba tiada mengira jika Baginda memberikan hadiah pukulan.”
“Hahahahaha Dasar tukang peras, sekarang kena batunya kau!”sahut Sultan.

“Abu Nawas tidak bersalah, bahkan sekarang aku tahu bahwa penjaga pintu gerbang istana adalah orang yang suka narget, suka memeras orang! Kalau kau tidak merubah kelakuan burukmu itu sungguh aku akan memecat dan menghukum kamu!”

Ini hanya cerita, kalau ada kesamaan kejadian bukan tanggung jawab penulis. Salam Bahagia

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply