90+ Kisah Penjagaan Allah kepada Orang Sholeh

Ibnu Rajab berkata bahwa maksud dari sabda Rasulullah Saw, “Jagalah Allah, maka Dia akan menjagamu” adalah agar kamu menjaga seluruh hukum, hak, perintah dan larangan Allah Swt. Maksud perintah “menjaga” adalah dengan mengimplementasikan seluruh perintah Allah Swt, menjauhi semua larangan-Nya, tidak melanggar batas-batas hal yang telah digariskan-Nya dengan melakukan hal-hal yang dilarang-Nya.

“Jagalah perintah Allah maka Dia akan menjagamu, jagalah perintah Allah maka Dia akan selalu di dekatmu. Jika kamu meminta sesuatu, maka mintalah kepada Allah, dan jika kamu meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah Swt. Ketahuilah bahwa seandainya suatu kaum bersepakat untuk menolongmu, maka mereka tidak dapat menolongmu kecuali jika Allah Swt memang telah menetapkan demikian. Dan jika mereka bersepakat untuk mencelakaimu, maka mereka tidak dapat mencelakaimu kecuali jikaAllah memang telah menetapkan seperti itu. Takdir telah ditetapkan dan buku catatan telah diangkat.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi. Dishahihkan oleh Albani)

Termasuk pula di dalamnya kepatuhan untuk melaksanakan seluruh kewajiban dan meninggalkan seluruh hal yang diharamkan. Itulah yang dimaksud dengan “menjaga hukum-hukum Allah Swt,” seperti firman-Nya,

“Dan orang-orang yang memelihara hukum-hukum (hudud) Allah.” (At-Taubah [9]: 112)

Adapun perintah Allah yang paling harus dijaga dengan baik adalah shalat lima waktu. Sebagaimana firman-Nya,

“Peliharalah segala shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyuk.” (Al-Baqarah [2]: 238)

Allah Swt menjaga Ibrahim a.s

Allah Swt menjaga Ibrahim a.s karena beliau menjaga hukum-hukum Rabbnya dan sama sekali tidak takut celaan orang lain. Para ahli sirah menyatakan, “Setelah Al-Khalil (Ibrahim) menghancurkan berhala, orang-orang membawanya kepada Namrud. Namrud pun memerintahkan agar Ibrahim dibunuh, lalu seseorang mengusulkan agar Ibrahim dibakar.”

Syuaib Al-Jabbani berkata, “Bumi kemudian menelan orang yang memerintahkan Ibrahim untuk dibakar, dan ia terkubur di dalamnya sampai hari kiamat.” Nabi Ibrahim kemudian dilemparkan ke dalam api. Pada saat itu usianya baru 16 tahun. Para ahli sirah menjelaskan bahwa setelah Namrud menangkap Ibrahim, ia membangun tembok di sekeliling sebuah bukit yang tingginya mencapai 60 hasta. Juru bicara Namrud berseru,

“Wahai sekalian manusia, siapkan kayu bakar untuk Ibrahim.”

Masyarakat berkumpul -anak-anak dan orang dewasa-, tak ada yang menentang perintah itu, karena siapa yang berani melawan akan dilemparkan ke dalam api. Selama 40 hari kaum Ibrahim mengumpulkan kayu. Ada seorang perempuan berkata, “Kalau aku berhasil mendapat ini dan itu, maka aku akan ikut mengumpulkan kayu untuk membakar Ibrahim.” Setelah kayu terkumpul setinggi tembok yang dibuat Namrud, masyarakat menyulutnya. Api berkobar sangat tinggi, hingga burung yang melintas di atasnya dapat terbakar. Mereka membangun menara yang pada puncaknya diletakkan ketapel untuk melemparkan Ibrahim ke dalam api.

Saat itu Ibrahim menengadah ke langit seraya berdoa, “Ya Allah, Engkau yang Maha Esa di langit, sesungguhnya di bumi sudah tidak ada lagi yang mau menyembah-Mu selain aku. Cukuplah bagiku Allah karena Dia sebaik-baik tempat berserah diri.” Ibrahim dilemparkan ke dalam kobaran api.

Pada saat itu seluruh makhluk memanjatkan doa kepada Allah Swt memohon agar Dia menyelamatkan Ibrahim a.s. Allah menjawab, “Ibrahim adalah kekasih-Ku, dan dialah satu-satunya kekasih-Ku di bumi, Akulah Rabbnya dan dia tidak memiliki Rabb selain Aku. Maka jika dia meminta pertolongan kalian, maka tolonglah dia, tetapi jika tidak maka tinggalkanlah dia.” Ketika Ibrahim dilempar ke api, beliau berdoa kepada Rabbnya. Allah Swt menjawab dengan firman-Nya,

“Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim” (Al-Anbiya [21]: 69)

Pada saat itu api menjadi dingin bagi seluruh penghuni timur dan barat, kulit Ibrahim sama sekali tidak melepuh!

Penulis akan mengetengahkan beberapa kisah tentang perlindungan Allah Swt bagi hamba-Nya di saat-saat sulit dan malapetaka. Mereka memohon perlindungan Allah dan tetap teguh untuk berpegang pada agama Allah. Dengan harapan, semoga kita semua dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah-kisah tersebut. Tetap teguh menjaga hukum-hukum Allah, selalu berada dalam tanggungan, perlindungan, dan pertolongan Allah sebagaimana yang diperoleh oleh tokoh-tokoh dalam kisah-kisah ini.

Kita mengharap semoga Allah melindungi kita dan seluruh hamba-Nya yang saleh dari segala yang dibenci dan keburukan. Penutup doa kita adalah segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta.

Download dan Miliki ebooknya Klik di Sini:  Allah Sebaik-baiknya Penjaga

Post Author: ibnumuslimid

Leave a Reply